Prabowo Targetkan Satu Sekolah Unggulan di Tiap Provinsi
Rabu, 14 Jan 2026, 01:00 WIBProgram ini diarahkan untuk menciptakan pusat-pusat pendidikan berkualitas tinggi yang mampu menjadi motor peningkatan mutu pembelajaran di daerah.
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menargetkan kehadiran minimal satu sekolah unggulan di setiap provinsi Indonesia, baik SMA Taruna Nusantara maupun SMA Garuda.
Seperti dikutip dari Antara, Presiden menyampaikan bahwa kebijakan ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia unggul dan kepemimpinan masa depan bangsa.
"Nanti sasaran kita adalah di setiap provinsi harus ada satu SMA Taruna Nusantara atau SMA Garuda, satu sekolah unggulan," ujar Prabowo saat peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Malang yang diikuti secara daring melalui Sekretariat Presiden di Jakarta, Selasa (13/1).
Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah akan memperluas jaringan SMA Taruna Nusantara dan membentuk sedikitnya 20 sekolah serupa bernama SMA Garuda.
Sekolah tersebut dirancang sebagai model pendidikan unggulan untuk menjangkau lebih banyak daerah, sekaligus mempercepat pemerataan akses pendidikan berkualitas di Indonesia.
Saat ini SMA Taruna Nusantara telah memiliki tiga kampus yang beroperasi, yakni di Magelang, Malang, dan Cimahi. Sementara itu, pembangunan kampus SMA Taruna Nusantara lainnya sedang dikerjakan, yakni di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur, Minahasa Sulawesi Utara, dan Pagar Alam Sumatera Selatan.
Selain itu, Presiden merencanakan untuk membangun 500 sekolah unggulan yang terintegrasi.
"Kita berharap 500 ini bisa kita selesaikan dalam empat tahun ke depan," katanya.
Prabowo menegaskan bahwa sekolah-sekolah unggulan tersebut tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, dan kepribadian.
Para lulusan sekolah ini diharapkan dapat menjadi pemimpin yang patriotik, cinta tanah air, jujur, serta bertanggung jawab terhadap rakyat dan bangsa.
"Dengan tambahan SMA Garuda, juga dengan nanti tiap kabupaten satu sekolah unggulan, ini akan mempercepat kita harapkan kebangkitan kepemimpinan dan kebangkitan bangsa Indonesia," pungkas Presiden.
Infrastruktur Pendidikan
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan di seluruh Indonesia melalui program renovasi sekolah secara masif.
"Tahun ini saja, saya akan renovasi 60 ribu sekolah dan seterusnya," ujarnya.
Kepala Negara menyampaikan saat ini Indonesia memiliki sekitar 300 ribu sekolah. Pemerintah menargetkan seluruh sekolah tersebut dapat diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya dalam kurun waktu empat tahun ke depan.
"Kita punya 300 ribu sekolah, saya berharap dalam 4 tahun kita bisa selesaikan semua sekolah-sekolah di Indonesia, dan kualitasnya akan kita tingkatkan di segala bidang," katanya.
Seiring itu, Pemprov Jawa Timur menyambut pembentukan Sekolah Garuda dengan mengusulkan seluruh sekolah di provinsi itu sebagai lokasi ke pemerintah pusat.
"Kami mengusulkan semua (sekolah) di semua kabupaten dan kota sebagai titik dan terserah kementerian menunjuk yang mana. Nanti dari Kemendiktisaintek akan menyiapkan," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai ditemui di SMA Taruna Nusantara di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa.
Aries menjelaskan lokasi yang disiapkan untuk Sekolah Garuda harus terlebih dahulu diawali dengan pelaksanaan survei ke setiap daerah.
Survei tersebut bertujuan menentukan lokasi representatif untuk menjalankan program dari pemerintah pusat itu.
Terdapat dua skema pembentukan Sekolah Garuda, yakni melalui pembangunan fasilitas baru atau Sekolah Garuda Baru (SGB) maupun dengan cara memperkuat sekolah berprestasi yang sudah ada atau Sekolah Garuda Transformasi (SGT).
"Tadi disampaikan oleh Bapak Presiden satu dulu masing-masing daerah di Indonesia," ujarnya.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Masih Banyak Pekerjaan Rumah yang Harus Dirampungkan PAM Jaya Kalau Ingin Sukses Melantai di Bursa
-
Mengapa Shalsabila Melakukan Gerakan Berikut Sebelum Terjun ke Sungai Batanghari
-
PLN Tak Bisa Lagi Andalkan Batu Bara, PLTS Wajib Diperbesar!
-
Menjalar dengan Cepat, Titik Karhutla Baru di Los Angeles Hanguskan 40 Km Persegi Lahan
-
Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Deteksi Bibit Siklon 96S Berdampak di Bali hingga 16 Januari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.