22 Orang di Thailand Tewas Saat Derek Roboh Menimpa Kereta Api yang Lewat

Rabu, 14 Jan 2026, 17:18 WIB

BANGKOK - Sedikitnya 22 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka di Thailand setelah sebuah derek roboh menimpa kereta penumpang, menyebabkan kereta tersebut tergelincir pada hari Rabu (14/1).

Dari The Guardian, rekaman dari lokasi kejadian yang diverifikasi oleh Agence France-Presse menunjukkan struktur derek yang rusak bertumpu pada pilar beton raksasa, dengan asap mengepul dari reruntuhan kereta di bawahnya.

Ket. Foto: Sebuah derek sedang bekerja pada proyek kereta api kecepatan tinggi ketika derek tersebut roboh dan menimpa kereta yang sedang melintas, menyebabkan kereta tersebut tergelincir dan sempat terbakar. — Sumber: Istimewa

Tim penyelamat berupaya mengeluarkan penumpang dari gerbong yang miring di provinsi Nakhon Ratchasima, timur laut ibu kota, Bangkok.

“Sekitar pukul 9 pagi, saya mendengar suara keras, seperti sesuatu yang meluncur dari atas, diikuti oleh dua ledakan,” kata warga setempat Mitr Intrpanya, 54 tahun, yang berada di lokasi kejadian. “Ketika saya pergi untuk melihat apa yang terjadi, saya menemukan derek itu berada di atas kereta penumpang dengan tiga gerbong.”

“Logam dari derek itu tampaknya mengenai bagian tengah gerbong kedua, membelahnya menjadi dua.”

Thatchapon Chinnawong, kepala polisi distrik, mengatakan 22 orang telah dipastikan tewas dan 80 lainnya terluka.

“Sekarang kami meminta pihak rumah sakit untuk menyatakan berapa banyak orang yang berada dalam kondisi kritis,” kata Thatchapon.

Kecelakaan itu terjadi di lokasi konstruksi yang merupakan bagian dari proyek senilai 5,4 miliar dolar AS yang didukung oleh Beijing untuk membangun jaringan kereta api cepat di Thailand .

Proyek ini bertujuan untuk menghubungkan Bangkok ke Kunming di Tiongkok melalui Laos pada tahun 2028 sebagai bagian dari inisiatif infrastruktur "Sabuk dan Jalan" Tiongkok yang luas.

“Sebuah derek roboh menimpa kereta api sehingga menyebabkan kereta tersebut tergelincir dan terbakar,” kata departemen hubungan masyarakat provinsi Nakhon Ratchasima dalam sebuah pernyataan.

Rekaman langsung yang ditayangkan oleh media lokal menunjukkan petugas penyelamat bergegas ke lokasi kejadian, dengan sebuah kereta berwarna cerah tergelincir ke samping sementara asap mengepul dari puing-puing.

Thatchapon mengatakan pihak berwenang menghentikan sementara operasi penyelamatan karena adanya "kebocoran bahan kimia" di lokasi kejadian.

Departemen tersebut mengatakan bahwa kereta api itu sedang melakukan perjalanan dari Bangkok ke provinsi Ubon Ratchathani.

Menteri Perhubungan, Phiphat Ratchakitprakarn, mengatakan ada 195 orang di dalam pesawat. Pihak berwenang sedang berupaya mengidentifikasi korban meninggal. Ia memerintahkan para pejabat untuk menentukan penyebab kecelakaan tersebut, menurut sebuah pernyataan.

Thailand memiliki sekitar 5.000 km (3.107 mil) jalur kereta api, tetapi jaringan yang sudah usang tersebut telah lama mendorong orang untuk lebih memilih bepergian melalui jalan darat.

Setelah jalur kereta api cepat sepanjang 600 km selesai dibangun, kereta buatan China akan beroperasi dari Bangkok ke Nong Khai, di perbatasan sungai Mekong dengan Laos, dengan kecepatan hingga 250 km/jam.

Kecelakaan di lokasi industri dan konstruksi sudah lama umum terjadi di Thailand, di mana penegakan peraturan keselamatan yang longgar sering menyebabkan insiden yang berakibat fatal.

  • Kecelakaan Kereta Api

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.