Update Banjir Jakarta: Lalu Lintas di WTC Mangga Dua Masih Lumpuh Total Karena Banjir di Gunung Sahari,

Senin, 12 Jan 2026, 20:03 WIB

JAKARTA - Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta sejak Senin (12/1/2026) pagi memicu banjir di sejumlah ruas jalan utama dan mengganggu aktivitas warga. Salah satu titik terdampak parah berada di kawasan WTC Mangga Dua, tepatnya di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, yang terendam genangan air dengan ketinggian cukup signifikan.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 19.30 WIB menunjukkan genangan air masih menutupi sebagian besar badan jalan. Kondisi tersebut membuat kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintas dan harus bergerak sangat perlahan.

Ket. Foto: Kondisi terkini lalu lintas di kawasan WTC Mangga Dua, Jakarta Pusat, Senin (12/01) yang terdampak banjir. — Sumber: Koran Jakarta/Ichsan Satria

Akibat genangan tersebut, arus lalu lintas di kawasan Gunung Sahari lumpuh total. Antrean panjang kendaraan terlihat mengular dari berbagai arah, baik dari arah Mangga Dua maupun dari jalur menuju Ancol dan Kemayoran.

Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa menghentikan laju kendaraannya karena mesin mogok akibat terendam air. Beberapa pengendara terlihat menuntun motornya menembus genangan, sementara lainnya memilih menepi menunggu air surut.

Tidak hanya kendaraan pribadi, beberapa bus TransJakarta dan bus umum lainnya juga terjebak banjir dan tidak dapat melanjutkan perjalanan. Kondisi ini berdampak pada keterlambatan layanan transportasi publik serta memicu kepadatan penumpang di sejumlah titik pemberhentian.

Di tengah situasi tersebut, jasa angkut kendaraan menggunakan gerobak dadakan bermunculan di sekitar lokasi. Para penyedia jasa menawarkan bantuan mengangkut sepeda motor yang mogok agar dapat melewati genangan, dengan tarif yang bervariasi.

Sementara itu, petugas gabungan dari dinas terkait tampak berupaya melakukan penyedotan air menggunakan pompa untuk mempercepat surutnya genangan. Petugas juga mengatur lalu lintas guna mencegah kemacetan semakin parah dan menghindari kecelakaan.

Banjir di kawasan Gunung Sahari ini berdampak langsung terhadap aktivitas warga dan pengguna jalan, khususnya pada jam pulang kerja. Banyak pengendara mengaku terjebak cukup lama di lokasi dan terpaksa mencari jalur alternatif.

Warga dan pengendara diimbau untuk menghindari kawasan Gunung Sahari dan Mangga Dua sementara waktu hingga kondisi benar-benar normal. Masyarakat juga diminta tetap waspada, berhati-hati, serta mengikuti arahan petugas saat melintasi wilayah rawan genangan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

Tradisi Pasar Jajan, Kearifan Lokal Pekalongan Cermin Semangat Gotong Royong

Rantai Makanan Rusak, Harimau Terancam Masuk Permukiman dan Kehilangan Mangsa

Fantastis! Ribuan Robot Humanoid Bakal Adu Kemampuan di World Humanoid Robot Games

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

Hati-hati! Sindikat Pemalsuan Uang di Tangsel Hendak Edarkan ke Bank, Ini Modusnya

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan Layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.