Trump Tingkatkan Tekanan terhadap Kuba

Senin, 12 Jan 2026, 17:55 WIB

TOKYO - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, meningkatkan tekanan terhadap Kuba, memperingatkannya untuk mencapai kesepakatan sebelum terlambat.

Trump menyebut negara sosialis Karibia itu dalam sebuah unggahan media sosial pada Minggu (11/1). Kuba memiliki hubungan baik dengan Venezuela, yang presidennya ditangkap dalam operasi militer AS pada 3 Januari.

Ket. Foto: Presiden AS, Donald Trump — Sumber: NHK

Trump mengatakan bahwa Kuba selama bertahun-tahun hidup dari sejumlah besar minyak dan uang dari Venezuela. Ia mengatakan Venezuela sekarang memiliki AS, militer terkuat di dunia, untuk melindunginya.

Ia menulis, "TIDAK AKAN ADA LAGI MINYAK ATAU UANG YANG AKAN MASUK KE KUBA - NOL!"

Trump juga mengatakan bahwa Kuba telah menyediakan layanan keamanan untuk dua diktator terakhir Venezuela sebagai imbalan atas minyak dan uang, tetapi sebagian besar warga Kuba tersebut tewas akibat serangan AS.

Trump mengatakan sangat menyarankan agar Kuba mencapai kesepakatan sebelum terlambat.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengatakan dalam sebuah pesan di media sosial pada Minggu bahwa Kuba adalah negara yang bebas, merdeka, dan berdaulat. Ia menulis bahwa tidak ada yang mendikte apa yang dilakukan warga Kuba dan Kuba siap membela tanah air hingga tetes darah terakhir.

Pemerintahan Trump terus menekankan stabilitas Amerika Utara dan Amerika Selatan serta Belahan Bumi Barat yang mengelilinginya. Para pengamat mengatakan bahwa tampaknya pemerintahan Trump berupaya meningkatkan pengaruhnya atas Kuba. ils/NHK/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.