Sinyal AS Kembali Serang Iran? Dalam Waktu Kurang dari 24 Jam, Russia Kirim Tiga Penerbangan Evakuasi Warganya dari Israel

Senin, 12 Jan 2026, 00:04 WIB

TEL AVIV - Menurut laporan media Ibrani dan regional, pihak berwenang Russia telah melakukan tiga penerbangan evakuasi dari Israel dalam waktu kurang dari 24 jam, mengangkut para pejabat dan keluarga mereka ke Russia .

Dari Middle East Monitor, saluran televisi Israel Channel 14 melaporkan pada hari Kamis (8/1) bahwa penerbangan tersebut dilakukan tanpa penjelasan resmi dari Moskow. Laporan terpisah di media Russia dan Iran mengatakan evakuasi dilakukan di bawah apa yang tampaknya merupakan mandat mendesak, yang melibatkan para pejabat dan keluarga mereka.

Ket. Foto: Maskapai Aeroflot yang digunakan untuk evakuasi warga Rusia dari Israel. Iran menyatakan akan menyerang Israel dan pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah jika Trump melancarkan serangan ke Teheran. — Sumber: Istimewa

Laporan-laporan tersebut menunjukkan bahwa laju evakuasi lebih cepat dari biasanya, memicu spekulasi bahwa Moskow mungkin telah menerima informasi sensitif atau penting yang mendorong langkah tersebut. Namun, tidak ada rincian yang diberikan mengenai sifat informasi yang diduga tersebut atau identitas orang-orang yang dievakuasi.

Kremlin belum mengeluarkan pernyataan resmi apa pun yang mengklarifikasi alasan di balik penerbangan evakuasi tersebut, dan pihak berwenang Rusia sejauh ini menolak untuk mengomentari laporan tersebut.

Perkembangan ini memicu spekulasi kuat, Timur Tengah akan kembali diguncang perang. Seperti diketahui, Iran tengah dilanda Demonstrasi nasional akibat melambungnya harga, yang terbesar di  sejak gerakan protes tahun 2022-2023 saat kematian Mahsa Amini dalam tahanan polisi. 

Gelombang protes juga disertai pemadaman internet nasional  dan 109 personel keamanan yang tewas dalam bentrok di seluruh negeri. Aktivis oposisi mengatakan jumlah korban tewas lebih tinggi dan termasuk puluhan demonstran.

Kondisi di Iran mendapat tanggapan dari Amerika Serikat dengan Presiden Donald Trump mengatakan ia bersedia menyerang Iran jika ada demonstran yang tewas.

Sebagai tanggapan, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf mengatakan bahwa Iran akan membalas serangan terhadap Israel dan kepentingan militer AS di kawasan tersebut jika Iran diserang.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.