Resmikan Proyek Pertamina RDMP Balikpapan, Prabowo Sebut Pembangunan Skala Besar Ini Terakhir Kali 32 Tahun Lalu

Senin, 12 Jan 2026, 19:12 WIB

BALIKPAPAN - Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan proyek Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan menyebut bahwa pembangunan infrastruktur energi berskala besar seperti ini terakhir kali dilakukan sekitar 32 tahun lalu.

"Tadi kita sudah disebut bahwa acara seperti ini pernah dilakukan tahun 1994. Berarti 32 tahun yang lalu, ya lumayan cukup bersejarah," kata Prabowo dalam sambutannya pada acara yang berlangsung di Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1).

Ket. Foto: Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan proyek Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1). — Sumber: antara foto

"Tentunya saya menyambut bahagia dan merasa sangat bangga Atas yang kita hasilkan hari ini dengan peresmian ini," imbuhnya.

Diketahui, pada 1994, Presiden ke-2 RI Soeharto meresmikan kilang Pertamina di Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelesaian proyek, mulai dari para insinyur, pekerja, aparat keamanan, pemerintah daerah, manajemen, hingga masyarakat Balikpapan dan Kalimantan Timur.

Kepala Negara memandang keberhasilan RDMP Balikpapan sebagai capaian penting bagi negara dan bangsa, mengingat sektor energi merupakan salah satu kebutuhan mendasar yang menopang kehidupan modern dan kemandirian nasional.

"Ini adalah prestasi yang sangat penting bagi negara dan bangsa. Kita mengerti bahwa peradaban modern itu tergantung hal-hal yang esensial bagi berdirinya sebuah negara merdeka," ucapnya.

Menurut Prabowo, negara merdeka harus mampu menghasilkan pangan sendiri sebagai syarat paling mendasar. Selain pangan, kemampuan memproduksi energi secara mandiri juga menjadi faktor penting bagi kedaulatan dan ketahanan nasional.

Dalam konteks energi, Presiden menyoroti besarnya potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia. Cadangan batu bara nasional disebut termasuk yang terbesar di dunia dan dapat diolah menjadi berbagai bentuk energi, termasuk gas dan bahan bakar.

Selain itu, Indonesia juga memiliki kemampuan memproduksi energi dari tanaman, seperti kelapa sawit yang dapat diolah menjadi biodiesel dan solar.

Presiden juga menyinggung potensi produksi dimethyl ether (DME) yang dapat menggantikan impor LPG, pemanfaatan panas bumi yang merupakan salah satu terbesar di dunia namun belum dimaksimalkan, serta pengembangan energi dari air dan tenaga surya.

"Juga kemampuan kita di energi dari air, dan juga saudara-saudara ke depan kita juga akan mengembangkan tenaga surya. Dengan panel-panel kita akan listrifikasi sehingga kita sungguh-sungguh dapat menghasilkan energi kita sendiri. Tidak perlu kita impor energi dari luar," kata Presiden.

Prabowo mengatakan pemerintah menargetkan kemampuan menghasilkan energi secara mandiri dapat dicapai dalam beberapa tahun ke depan melalui kerja keras dan kesinambungan pembangunan, dengan harapan hasilnya dapat dicapai lebih cepat dari target yang ditetapkan.

"Ini sasaran kita, kita harapkan dalam 5 tahun kita bisa mencapai ini. Tapi tidak ada masalah kalau tidak 5 tahun, tahun ke-6. Kalau tidak tahun ke-6, tahun ke-7, yang penting kita harus menuju ke situ. Tapi siapa tahu dengan kerja keras kita bisa menghasilkan lebih cepat," ujarnya.

  • Prabowo
  • RDMP Balikpapan
  • Pembangunan Skala Besar

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Pertarungan Perebutan Kursi Presiden FIFA Memanas, Ceferin Prediksi Infantino Bakal Dapat Penantang

Review Lioness S3E4: Misi Penyelamatan Gagal yang Paksa CIA Langgar Garis Merah

Hari Berenang Khusus Anak Kulit Hitam di Kolam Renang Berlin Batal setelah Diwarnai Polemik Rasial

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.