PM Takaichi Pertimbangkan Gelar Pemilu Dini

Senin, 12 Jan 2026, 02:40 WIB

TOKYO - Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mungkin akan mengadakan pemilihan umum lebih awal Hal itu dikemukakan kepala mitra koalisi partainya pada Minggu (11/1), setelah media melaporkan bahwa ia mempertimbangkan pemilu pada Februari.

Ini akan menjadi kali pertama bagi Takaichi, perdana menteri perempuan pertama Jepang untuk menghadapi para pemilih, memberinya kesempatan untuk memanfaatkan peringkat persetujuan publik yang tinggi yang telah ia nikmati sejak menjabat pada Oktober lalu.

Ket. Foto: Sanae Takaichi — Sumber: AFP/JIJI PRESS

Sikap kerasnya terhadap Tiongkok telah menarik perhatian para pemilih sayap kanan tetapi juga telah memicu perselisihan diplomatik besar dengan negara tetangga Jepang yang kuat di Asia.

Hirofumi Yoshimura, pemimpin Partai Inovasi Jepang (Ishin) mengatakan kepada stasiun penyiaran publik NHK bahwa ia telah bertemu dengan PM Takaichi pada Jumat (9/1) lalu dan menyatakan pandangannya tentang waktu penyelenggaraan pemilihan telah bergeser ke tahap baru.

"Saya tidak akan terkejut jika dia membuat keputusan seperti yang dilaporkan media," kata Yoshimura.

Surat kabar Yomiuri yang mengutip sumber pemerintah melaporkan pada Jumat bahwa PM Takaichi sedang mempertimbangkan untuk mengadakan pemilihan umum sela pada tanggal 8 Februari atau 15 Februari.

Yoshimura mengatakan bahwa dia dan PM Takaichi tidak membahas waktu spesifik pelaksanaan pemilihan apapun. PM Takaichi sendiri bungkam mengenai kapan ia akan mengumumkan pemilu selama sesi wawancara dengan NHK yang direkam pada Kamis (8/1) dan ditayangkan pada Minggu.

Sudah Pasti

Takaichi, seorang pendukung anggaran besar untuk mendorong perekonomian terbesar kedua di Asia, mengatakan bahwa dia baru saja menginstruksikan para menteri kabinetnya untuk memastikan pelaksanaan tepat waktu anggaran tambahan untuk tahun fiskal hingga Maret dan persetujuan parlemen atas anggaran tahun fiskal berikutnya.

"Saat ini, saya fokus pada tantangan mendesak untuk memastikan bahwa masyarakat merasakan manfaat dari kebijakan stimulus kami yang bertujuan untuk meredam dampak inflasi," kata dia.

Kementerian Dalam Negeri Jepang pada Sabtu (10/1) telah mengeluarkan pernyataan yang mendesak panitia pemilihan daerah untuk mulai bersiap jika terjadi pemilihan dini. Meskipun kementerian itu mengatakan bahwa mereka hanya menanggapi laporan media, analis politik Shigenobu Tamura mengatakan pernyataan itu berarti pemilihan sudah pasti terjadi.

Takaichi menjadi perdana menteri setelah ia memenangkan kursi kepresidenan dari Partai Demokrat Liberal (LDP) setelah pendahulunya, Shigeru Ishiba, mengalami serangkaian kekalahan dalam pemilihan. CNA/I-1

  • japanese yen
  • sanae takaichi

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

Pemerintah Kabupaten Natuna Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

Bikin Geger! Robot Humanoid Kalahkan Rekor Dunia Lari 100 Meter Putra di Beijing

Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.