Menag Nasaruddin Umar Harap Rumah Ibadah di IKN Jadi Simbol Kerukunan Indonesia

Senin, 12 Jan 2026, 13:05 WIB

NUSANTARA - Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan pembangunan sarana peribadatan di Ibu Kota Nusantara (IKN) karena akan menjadi pusat spiritualitas sekaligus simbol kerukunan umat beragama.

Menag mengungkapkan, saat ini proses konstruksi difokuskan pada dua bangunan besar, yakni Masjid Negara dan Gereja Basilika. Namun, ia menekankan kawasan ini nantinya akan menjadi komplek rumah ibadah yang inklusif.

Ket. Foto: Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono sedang meninjau progres pembangunan rumah ibadah di IKN. — Sumber: Kemenag

"Saat ini Masjid Negara dan Basilika sedang berproses. Ke depannya, seluruh rumah ibadah lintas agama mulai dari Gereja Kristen, Vihara, Kuil, hingga Pura besar akan dibangun dalam satu kawasan yang berdekatan," ujar Nasarrudin saat meninjau progres pembangunan fasilitas rumah ibadah di Ibu Kota Nusantara (IKN), Minggu (11/1) seperti dikutip dari situs web Kemenag. 

Kepala Petugas Konstruksi, Evry, menjelaskan rumah ibadah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu dirancang berdampingan secara harmonis di IKN. "Tahap awal memang dua bangunan ini, namun rencana besar mencakup Klenteng besar, Vihara, dan Pura yang semuanya terintegrasi," tambahnya.

Kemegahan Rumah Ibadah

Progres pembangunan Masjid Negara kini telah mencapai 90%. Masjid megah ini memiliki kapasitas hingga 60.000 jemaah. Salah satu ikon yang paling mencolok adalah menara minaret setinggi 99 meter yang melambangkan 99 nama Allah atau Asmaul Husna.

Sementara itu, pembangunan Gereja Basilika juga terus menunjukkan kemajuan signifikan. Jika dilihat dari udara, arsitektur bangunan ini akan membentuk simbol salib. Gereja dengan kapasitas 1.600 umat ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti Wisma Uskup, Jalan Salib dan Taman Goa Maria, hingga Gedung Kolaborasi Lintas Agama.

Menag memberikan masukan teknis dan estetis selain meninjau pembangunan fisik. Ia menyarankan penambahan ornamen dinding serta pengaturan pencahayaan (lighting) yang lebih artistik pada Masjid Negara maupun Basilika guna memperkuat aura spiritualitas bangunan.

Menag berharap fasilitas publik ini bisa segera rampung agar dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan pegawai di IKN.

"Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar dan segera selesai. Apalagi sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan. Harapannya, jika sudah rampung, masyarakat bisa langsung memanfaatkannya untuk beribadah dan memperkuat ukhuwah di lingkungan IKN," pungkasnya.

Pembangunan kompleks rumah ibadah ini diharapkan menjadi potret nyata dari visi Indonesia yang menjunjung tinggi toleransi dan moderasi beragama di tengah modernitas.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.