Institut Nobel Tolak Tawaran María Machado Berikan Hadiah Perdamaian ke Trump

Senin, 12 Jan 2026, 14:40 WIB

JAKARTA – Panitia penyelenggara Hadiah Nobel Perdamaian menolak tawaran pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado untuk memberikan penghargaannya kepada Donald Trump.

Panitia penyelenggara Hadiah Nobel Perdamaian menyatakan hadiah Nobel “tidak dapat dicabut, dibagi, atau dialihkan”, dalam pernyataan resminya di situs web Nobel Peace Prize, Jumat 9 Januari 2026.

Ket. Foto: Pemimpin oposisi Venezuela María Corina Machado, peraih hadiah Nobel Perdamaian 2025, saat konferensi pers di Oslo, Norwegia. — Sumber: Axio/Bloomberg

Ketika Machado dinobatkan sebagai peraih Nobel pada bulan Oktober, hal itu dianggap sebagai penghinaan oleh Gedung Putih, meskipun Machado segera mendedikasikan hadiah tersebut kepada presiden AS dan “dukungannya yang tegas terhadap perjuangan kami”.

Trump tidak merahasiakan keinginannya yang kuat untuk dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian, yang pemenangnya dipilih oleh komite independen beranggotakan lima orang di Oslo., Norwegia.

Setelah AS melancarkan serangan udara ke Venezuela dan menangkap presiden Nicolas Maduro, Machado pekan lalu mengatakan kepada Fox News bahwa ia ingin “memberikannya kepada dia [Trump] dan berbagi hadiah dengannya” atas nama rakyat Venezuela.

“Apa yang telah dia [Trump] lakukan itu bersejarah. Ini adalah langkah besar menuju transisi demokrasi,” katanya.

Ketika ditanya apakah ia akan menerima hadiah Nobel Perdamaian dari Machado, Trump, yang telah mengatakan akan bertemu dengan Machado di Washington minggu ini, mengatakan “itu akan menjadi kehormatan besar”.

Namun Komite Nobel Norwegia dan Institut Nobel Norwegia kemudian mengeluarkan peringatan yang menunjukkan bahwa pengalihan penghargaan tersebut tidak mungkin dilakukan.

“Fakta-faktanya jelas dan telah terbukti,” kata mereka dalam pernyataan resminya. “Setelah hadiah Nobel diumumkan, hadiah tersebut tidak dapat dicabut, dibagi, atau dialihkan kepada orang lain. Keputusan tersebut bersifat final dan berlaku selamanya.”

Baik wasiat Alfred Nobel maupun statuta Yayasan Nobel tidak menyebutkan kemungkinan untuk menarik kembali hadiah Nobel, kata mereka, mengutip statuta yang menyatakan: “Tidak ada tindakan yang dapat diajukan terhadap keputusan komite pemberi penghargaan di Stockholm atau Oslo.”

Tidak satu pun dari komite pemberi penghargaan pernah mempertimbangkan untuk menarik kembali hadiah Nobel, kata mereka. “Pada prinsipnya, Komite Nobel Norwegia tidak pernah berkomentar tentang apa yang dikatakan atau dilakukan oleh para penerima hadiah perdamaian setelah mereka dianugerahi hadiah tersebut.”

Machado, yang melarikan diri dari Venezuela pada bulan Desember untuk diam-diam pergi ke Oslo dengan maksud menghadiri upacara penghargaan Nobel, juga berbicara mendukung invasi militer Trump ke Venezuela dan penggulingan Nicolás Maduro.

Sejauh ini, Trump menahan diri untuk tidak mendukung Machado memimpin negara itu dan jsutru memberikan dukungan kepada Delcy Rodríguez, wakil Maduro sebagai presiden sementara Venezuela.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.