192 Demonstran di Iran Tewas

Senin, 12 Jan 2026, 02:58 WIB

PARIS - Sedikitnya 192 demonstran tewas dalam gerakan terbesar melawan republik Islam di Iran dalam lebih dari tiga tahun terakhir, kata sebuah kelompok hak asasi manusia pada Minggu (11/1), seiring meningkatnya peringatan bahwa pihak berwenang melakukan "pembantaian" untuk meredam demonstrasi tersebut.

Aksi protes, yang awalnya dipicu oleh kemarahan atas meningkatnya biaya hidup, kini telah menjadi gerakan menentang sistem teokrasi yang berkuasa di Iran sejak revolusi 1979 dan telah berlangsung selama dua pekan.

Ket. Foto: Reza Pahlavi — Sumber: AFP/JOEL SAGET

Aksi unjuk rasa massal ini merupakan salah satu tantangan terbesar bagi kekuasaan pemimpin tertinggi Ali Khamenei, 86 tahun, yang terjadi setelah perang 12 hari Israel melawan republik Islam tersebut pada Juni, yang didukung oleh Amerika Serikat.

Aksi protes meningkat dalam beberapa hari terakhir meskipun terjadi pemadaman internet yang berlangsung lebih dari 60 jam, menurut lembaga pemantau Netblocks, dengan para aktivis memperingatkan bahwa pemadaman tersebut membatasi aliran informasi dan jumlah korban sebenarnya berisiko jauh lebih tinggi.

"Sejak awal protes, Iran Human Rights telah mengkonfirmasi pembunuhan setidaknya 192 demonstran," kata organisasi nonpemerintah yang berbasis di Norwegia itu, seraya memperingatkan bahwa jumlah korban tewas mungkin jauh lebih banyak daripada yang kita bayangkan saat ini.

Reza Pahlavi, putra Shah yang digulingkan dan hidup dalam pengasingan serta memainkan peran penting dalam menyerukan protes, menyerukan aksi baru pada hari Minggu sore. "Jangan tinggalkan jalanan. Hatiku bersamamu. Aku tahu bahwa aku akan segera berada di sisimu," kata dia. SB/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.