Mentan Temukan Ribuan Karung Bawang Selundupan Berpenyakit

Minggu, 11 Jan 2026, 18:20 WIB

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menemukan ribuan karung bawang tanpa izin yang terindikasi membawa penyakit berbahaya. Temuan itu diperoleh saat inspeksi mendadak (sidak) bawang jenis bombai selundupan di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/1).

Bawang tersebut masuk tanpa dokumen resmi dan tidak membayar pajak negara. Komoditas itu berpotensi membawa bakteri dan penyakit tanaman berbahaya.

Ket. Foto: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman — Sumber: Kementan

“Pajak-pajaknya tidak masuk, nyelundup masuk, merusak ekosistem kita karena ada bakteri dibawa, penyakit, dan seterusnya. Ini harus kami minta PM (Polisi Militer) dampingi, Kapolres turun, diusut dan dibongkar sampai akar-akarnya. Harus dikasih efek jera,” ujar Amran.

Barang bukti yang diamankan mencapai 6.172 karung dengan berat sekitar 133,5 ton. Mentan menyebut satu kilogram berpenyakit sama berbahayanya dengan ribuan ton bagi pertanian nasional.

Ia menegaskan tidak ada toleransi terhadap praktik impor ilegal pangan. Aparat diminta mengusut jaringan pelaku hingga ke akar dan memberikan efek jera.

Amran menilai, penyelundupan pangan merugikan petani dan mengancam kedaulatan pangan nasional. Indonesia memiliki puluhan juta petani yang harus dilindungi dari praktik curang.

Masuknya pangan ilegal dapat menurunkan semangat produksi dan merusak kepercayaan petani. Kondisi ini berpotensi membuka kembali ketergantungan impor.

“Bukan soal tonnya. Satu ton dengan seribu ton sama kalau bawa penyakit. Satu kilo dengan satu juta kilo sama. Dampaknya besar, karena ini menyangkut psikologi dan semangat petani,” ucap dia.

Pengawasan diperluas ke komoditas lain seperti beras, gula, pupuk, dan mesin pertanian. Kementerian Pertanian (Kementan) menerima banyak laporan terkait penyelundupan berbagai komoditas strategis.

Ia mengingatkan, bahaya penyakit hewan dan tumbuhan akibat impor ilegal. Ia mencontohkan Penyakit Mulut dan Kuku yang pernah menimbulkan kerugian besar bagi peternak.

Proses hukum diserahkan kepada aparat penegak hukum. Kementerian Pertanian Kementan memastikan terus menjaga kedaulatan pangan nasional.

Polda Jawa Tengah menyatakan komitmen mengusut tuntas kasus penyelundupan bawang bombay tersebut. Polisi telah menyita ribuan karung bawang dan enam unit truk sebagai barang bukti.

Sebanyak enam sopir ekspedisi telah diamankan dan diperiksa sebagai saksi. Mereka mengaku hanya bertugas mengangkut bawang dari Kalimantan menuju Semarang.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djoko Julianto memimpin pendalaman kasus tersebut. Penyidik menelusuri asal dokumen kendaraan dan dokumen barang yang digunakan.

Identitas perusahaan pengirim masih dalam proses pendalaman oleh penyidik. Polisi menyatakan perkembangan lanjutan akan diumumkan setelah pemeriksaan selesai.

“Mereka hanya mengangkut barang ini ke Semarang, dari Kalimantan dibawa ke Semarang. Untuk nama perusahaan dan perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan,” kata dia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.