- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Kembali Sita Kapal Tank...
AS Kembali Sita Kapal Tanker yang Mencoba Menerobos Blokade Venezuela
Sabtu, 10 Jan 2026, 10:18 WIBWASHINGTON â Amerika Serikat kembali menyita kapal tanker yang mencoba menerobos blokade angkatan laut Amerika yang bertujuan mencegah kapal-kapal yang dikenai sanksi untuk pergi ke atau meninggalkan Venezuela. Ini kapal kelima yang ditangkap dalam beberapa pekan terakhir.
Washington telah mengerahkan kekuatan angkatan laut yang besar di Karibia, menyerang kapal-kapal yang menurut mereka digunakan untuk perdagangan narkoba, menyita kapal tanker, dan melakukan operasi mengejutkan untuk menangkap pemimpin sayap kiri Venezuela.
Kapal terbaru yang disita adalah âOlinaâ, yang menurut Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem adalah "kapal tanker 'armada hantu' lain yang diduga membawa minyak terlarang" yang "berangkat dari Venezuela untuk menghindari pasukan AS."
"Armada hantu itu tidak akan lolos dari keadilan. Mereka tidak akan bersembunyi di balik klaim kewarganegaraan palsu," tulis Noem di X pada hari Jumat (9/1). Ia mengatakan Penjaga Pantai yang melakukan penyitaan tersebut.
Komando Selatan AS (Southcom) mengatakan personel Marinir dan Angkatan Laut AS ikut serta dalam operasi penyitaan kapal yang diluncurkan dari USS Gerald R. Ford, kapal induk terbesar di dunia.
"Sekali lagi, pasukan gabungan antarlembaga kita mengirimkan pesan yang jelas pagi ini: 'Tidak ada tempat aman bagi para penjahat,'" kata Southcom dalam sebuah unggahan di X yang menyertakan klip video yang menunjukkan pasukan AS turun dari helikopter dan mengambil alih kendali kapal tersebut.
Presiden Donald Trump kemudian mengatakan penyitaan itu dilakukan berkoordinasi dengan otoritas sementara di Venezuela setelah kapal tersebut meninggalkan negara itu tanpa persetujuan AS.
"Kapal tanker ini sekarang sedang dalam perjalanan kembali ke Venezuela, dan minyaknya akan dijual," katanya dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya.
Bulan lalu, Trump mengatakan telah memerintahkan "blokade" terhadap kapal-kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang menuju dan dari Venezuela, dan sejak itu pasukan Amerika telah menguasai lima kapal sejak, termasuk tiga kapal minggu ini.
Di antara kapal-kapal tersebut adalah kapal yang terkait dengan Russia yang disita di Atlantik Utara pada hari Rabu (7/1) dalam sebuah operasi yang dikecam oleh Moskow, setelah dikejar oleh Amerika Serikat dari lepas pantai Venezuela.
Trump mengatakan kepada Fox News bahwa kapal tanker yang disita sehari sebelumnya sedang dikawal oleh kapal selam Russia dan sebuah kapal perusak.
"Mereka berdua pergi dengan sangat cepat begitu kami tiba dan kami mengambil alih kapal," kata presiden AS, menolak menyebutkan apakah Presiden Russia, Vladimir Putin, menghubunginya setelah penyitaan tersebut.
- Penyitaan Kapal
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.