- Home
-
- Megapolitan
-
- Sampah Pasar Induk Kramat ...
Sampah Pasar Induk Kramat Jati Menggunung, Sudin LH Jaktim Targetkan 5 Hari Tuntas
Jumat, 09 Jan 2026, 11:35 WIBJAKARTA - Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur (Jaktim) menargetkan timbulan sampah di Pasar Induk Kramat Jati dapat dituntaskan dalam waktu lima hari.
"Untuk mengatasi kondisi tersebut, Sudin LH Jakarta Timur menargetkan penanganan perbantuan dapat dituntaskan dalam lima hari ke depan," kata Kepala Sudin LH Jakarta Timur Julius Monangta di Jakarta, Jumat (9/1).
Langkah itu diambil menyusul meningkatnya volume sampah secara signifikan selama musim buah yang menyebabkan penumpukan di sejumlah titik kawasan pasar tersebut.
Sebanyak 25 armada perbantuan dikerahkan untuk melakukan penanganan sampah secara intensif sehingga akumulasi sampah tidak mengganggu aktivitas pasar dan lingkungan sekitar.
Julius menyebutkan penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati sejatinya dilakukan setiap hari. Namun, pada periode tertentu, terutama saat musim buah, volume sampah meningkat signifikan dan melampaui kapasitas penanganan rutin.
"Saat ini, kemampuan penanganan sampah di kawasan tersebut sekitar 160 ton per hari. Sementara pada musim tertentu, timbulan sampah bisa mencapai hingga 220 ton per hari. Artinya, terjadi akumulasi atau 'tabungan' sampah sekitar 60 ton setiap harinya," terang Julius.
Selain itu, dia menjelaskan armada pengangkut sampah diprioritaskan untuk melakukan dua rit pengangkutan per hari menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)Â Bantar Gebang agar tumpukan sampah dapat segera terurai.
Dalam pelaksanaan perbantuan itu, Sudin LH Jakarta Timur mengerahkan 23 pengemudi, dua operator alat berat, serta empat pengawas lapangan.
Selain itu, proses pengangkutan sampah juga melibatkan 13 unit kendaraan berat (dump truck), 10 unit tronton, dan dua unit sekop (shovel loader) guna mempercepat proses pemindahan dan pengangkutan sampah di area pasar.
Pengangkutan sampah itu sebagaimana Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 102 Tahun 2021 tentang Kewajiban Pengelolaan Sampah di Kawasan dan Perusahaan, kawasan komersial.
"Termasuk pasar, memiliki kewajiban untuk mengelola sampah secara mandiri, baik melalui pengelolaan internal maupun kerja sama dengan pihak ketiga," ucap Julius.
Saat ini, Sudin LH Jakarta Timur melakukan perbantuan karena Pasar Induk Kramat Jati merupakan fasilitas publik yang strategis. Namun, kewajiban pengelolaan sampah secara mandiri tetap harus dijalankan oleh Perumda Pasar Jaya sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebelumnya, pengelola Pasar Induk Kramat Jati menjelaskan penyebab terjadinya penumpukan sampah di area belakang pasar yang dipicu keterbatasan jumlah armada pengangkut yang tersedia.
"Kondisi yang terjadi sekarang ini memang idealnya dari 120 ton sampah yang ada, kita butuh setiap harinya itu 12 sampai dengan 15 armada. Namun demikian, maksimal yang bisa dilakukan oleh Sudin LH itu hanya sekitar delapan armada," kata Manager Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (8/1).
Dia menyebutkan tingginya volume sampah harian itu tidak sebanding dengan jumlah armada pengangkut yang tersedia.
Setiap hari, Pasar Induk Kramat Jati menghasilkan sampah dalam jumlah besar, yakni berkisar antara 120 hingga 150 ton.
Volume tersebut berasal dari aktivitas perdagangan yang berlangsung selama hampir 24 jam, mulai dari lapak pedagang hingga area bongkar muat.
Setelah sampah dikumpulkan di Tempat Penampungan Sementara (TPS), pihak pengelola pasar kemudian berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta untuk proses pengangkutan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.
Sayangnya, keterbatasan jumlah armada menjadi kendala utama dalam proses tersebut.
Menurut Agus, idealnya diperlukan sekitar 12 hingga 15 armada pengangkut sampah setiap hari untuk mengangkut seluruh sampah yang dihasilkan Pasar Induk Kramat Jati.
Namun pada praktiknya, jumlah armada yang dapat disediakan oleh Sudin LH Jakarta Timur hanya sekitar delapan unit per hari.
Keterbatasan armada tersebut mengakibatkan tidak seluruh sampah dapat terangkut setiap hari.Â
- sampah menggunung
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
96% Perusahaan di ASEAN+ Akan Tingkatkan Investasi AI hingga 15% pada 2026
-
ASDP Hadir sebagai Jembatan Harapan di Tengah Banjir Bandang Pulau Siau
-
Klasemen Liga Inggris Usai Man City Seri dan Gagal Dekati Arsenal
-
Bank Kamboja yang Didirikan Bos Scamming Chen Zhi Dilikuidasi
-
Prediksi Arsenal vs Liverpool Malam Ini: Laga Pembuktian bagi The Reds untuk Tetap Bisa Bersaing
-
Pemprov Bali Rancang Perda Larangan Alih Fungsi Lahan
-
Tingkatkan Efektivitas Pengawasan Lembaga, Kriminolog Usul Ada Dua Wakapolri untuk Wilayah Timur dan Barat Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.