Pemkot Makassar Gandeng BBPOM, Perang Melawan Obat dan Makanan Berbahaya
Jumat, 09 Jan 2026, 01:45 WIBMAKASSAR -Â Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memperkuat kolaborasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) untuk memastikan obat dan makanan yang beredar di masyarakat aman, bermutu, dan layak konsumsi.
"Ini silaturahmi, juga menjajaki komitmen dalam hal pengawasan obat dan makanan di Kota Makassar," ujar Kepala BBPOM Makassar Yosef Dwi Irwan Prakasa Setiawan di Makassar, Kamis.
Pertemuan ini menjadi momentum penyatuan langkah antara pemerintah daerah dan otoritas pengawasan obat dan makanan dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan masyarakat, mulai dari keamanan pangan, penggunaan obat yang rasional, hingga peningkatan daya saing produk UMKM lokal.
Ia menjelaskan bahwa pengawasan obat dan makanan merupakan isu yang sangat penting dan strategis karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, stabilitas ekonomi, serta kualitas hidup warga.
"Untuk memastikan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan berkhasiat, tentu BBPOM tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan peran serta semua pihak, terutama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan," ujarnya.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menuturkan pentingnya kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Menurut Munafri, dukungan dari berbagai pihak, khususnya BBPOM, menjadi faktor kunci agar program-program pemerintah dapat berjalan optimal.
Ia menekankan bahwa sinergi yang kuat antar-OPD dan mitra strategis merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas.
"Kami memang membutuhkan banyak dukungan, semua bergantung pada bagaimana kolaborasi di tingkat OPD. Pada prinsipnya, sinergi ini sudah berjalan dengan baik dan ke depan harus terus diperkuat," ujar Munafri.
- pemkot makassar
- bbpom
- obat dan makanan berbahaya
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Ramos Horta Berharap Keanggotaan Timor Leste di ASEAN Satukan Kawasan
-
Puncak Musim Hujan di Sulteng Diprediksi BMKG September 2025 hingga April 2026
-
Emas Bangkit! World Gold Council Ramal Tren Positif Usai Anjlok 12%
-
Rudy Mas’ud Tegaskan Kaltim Siap Jadi Lumbung Pangan dan Industri Pendukung IKN
-
Pertempuran Meletus di Perbatasan Kamboja–Thailand Jelang Telepon Trump
-
Raksasa Teknologi Tencent Lirik Indonesia, Sebut Pasar AI Swasta Sangat Potensial
-
Kapal Pelni Mogok di Perairan Ternate Karena Mesin Rusak, Identitas Korban Belum Dapat Dipastikan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.