Ini Skema dan Cara Kerja Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said Tanpa Tutup Jalan

Jumat, 09 Jan 2026, 15:05 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan metode teknis khusus dalam pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Proses pembongkaran dipastikan berjalan tanpa penutupan jalan dengan skema kerja bertahap dan pengaturan lalu lintas yang ketat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan pembongkaran dilakukan dengan memanfaatkan jalur lambat sebagai area kerja utama. Sementara itu, jalur cepat tetap difungsikan untuk menjaga arus kendaraan tetap berjalan.

Ket. Foto: Pemprov DKI Jakarta menindaklanjuti rencana pembongkaran tiang-tiang monorel di Jalan Rasuna Said dan Jalan Asia Afrika yang mangkrak selama hampir dua dekade dan akan dimulai pada Januari 2026 guna memastikan lahan bekas proyek tersebut dimanfaatkan kembali bagi kepentingan publik. — Sumber: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Dalam tahap awal, alat berat akan dimobilisasi dan ditempatkan sepenuhnya di jalur lambat Jalan HR Rasuna Said. Penempatan ini bertujuan agar aktivitas pemotongan dan pengangkatan struktur tidak mengganggu kendaraan yang melintas di jalur cepat.

Setiap tiang monorel akan dibongkar secara bertahap, dimulai dari bagian atas struktur. Metode ini dipilih untuk mengurangi risiko jatuhnya material besar ke badan jalan serta menjaga keselamatan pengguna jalan.

Setelah bagian atas dilepas, struktur tiang akan dipotong menjadi beberapa segmen menggunakan alat berat dan peralatan pemotong khusus. Potongan tersebut kemudian langsung diangkut keluar lokasi agar tidak menumpuk di area jalan.

Dishub DKI memastikan seluruh proses pembongkaran dilakukan pada malam hari. Waktu malam dipilih karena volume lalu lintas di koridor Rasuna Said lebih rendah dibandingkan jam sibuk siang hari.

Syafrin menyebut pengaturan lalu lintas akan bersifat situasional selama pekerjaan berlangsung. Petugas Dishub dan kepolisian akan ditempatkan di lapangan untuk mengatur pergerakan kendaraan jika terjadi kepadatan.

"Alat berat berada di jalur lambat, jalur cepat tetap jalan, dan pengerjaan dilakukan malam hari agar dampaknya minimal," ujar Syafrin di Balai Kota Jakarta. 

Dari sisi teknis, Dinas Bina Marga DKI Jakarta menjadi pelaksana utama pekerjaan pembongkaran. Seluruh proses administrasi dan koordinasi dengan PT Adhi Karya selaku pemilik aset monorel telah diselesaikan.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan jadwal pembongkaran dimajukan sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta. Pembongkaran direncanakan mulai pekan depan dan ditargetkan berjalan bertahap hingga seluruh tiang selesai dibongkar.

Secara keseluruhan, terdapat 98 tiang monorel yang akan dibongkar di sepanjang koridor HR Rasuna Said. Pembongkaran dilakukan satu per satu untuk memastikan kontrol teknis dan keselamatan kerja tetap terjaga.

Setelah seluruh tiang monorel dibongkar, pekerjaan akan langsung dilanjutkan dengan penataan ulang badan jalan dan trotoar sisi timur. Konsep jalur cepat dan jalur lambat akan dihapus dan diganti dengan desain jalan yang lebih seragam.

Penataan ini ditujukan agar sisi timur Rasuna Said memiliki kualitas jalan dan trotoar yang sama dengan sisi barat yang telah lebih dulu ditata. Pemerintah ingin menciptakan koridor jalan yang lebih rapi, aman, dan ramah pejalan kaki.

Anggaran pembongkaran tiang monorel beserta penataan jalan dan trotoar dialokasikan melalui APBD DKI Jakarta. Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp100 miliar.

Pemprov DKI Jakarta berharap metode pembongkaran yang dilakukan secara bertahap, malam hari, dan tanpa penutupan jalan ini dapat meminimalkan gangguan mobilitas masyarakat. Koridor HR Rasuna Said tetap ditargetkan berfungsi normal selama seluruh proses berlangsung.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.