- Home
-
- Megapolitan
-
- Polisi: Korban Jambret di ...
Polisi: Korban Jambret di Kelapa Gading Alami Luka dan Trauma
Kamis, 08 Jan 2026, 15:49 WIBJAKARTA -- Kapolsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kompol Seto Handoko Putra mengatakan korban wanita berinsial RAF (32) mengalami luka lecet dan trauma akibat penjambretan yang dilakukan oleh pelaku berinisial MD dan RA pada Minggu (4/1).
âKorban ini terseret di jalan sepanjang tiga meter dan sempat dibawa ke rumah sakit,â kata Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra saat jumpa pers di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, akibat kejadian tersebut, korban mengalami trauma sampai dengan saat ini.
âKorban sempat mendapatkan perawatan luka-luka, dan saat ini masih mengalami trauma,â ujar Seto.
Dia memaparkan korban tersebut awalnya membawa mobil untuk melaksanakan ibadah di sebuah gereja di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Karena parkiran di gereja penuh, maka ia diarahkan ke lokasi parkir tambahan, dengan bus shuttle yang telah disediakan dari lokasi parkir menuju gereja.
Setelah memarkir kendaraannya, dia berjalan menuju lokasi bus shuttle. Namun saat hendak menaiki bus, kedua pelaku itu datang dengan menggunakan sepeda motor dan langsung menarik tas korban yang berisi dokumen penting serta satu unit telepon genggam Iphone 16 Pro.
âKorban ingin mempertahankan tas dan terseret di jalan,â terang Seto.
Kepolisan pun mengimbau agar warga lebih waspada serta berhati-hati di jalan, dan apabila melihat atau mengetahui peristiwa yang mencurigakan, segera hubungi layanan 110.
âPelaku kejahatan mengincar korban yang lemah dan lengah dalam menjalankan aksinya,â ungkap Seto.
Sebelumnya, Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra mengatakan kedua pelaku berinisial MD dan R itu diketahui menjual telepon genggam Iphone 16 setelah menjambret salah satu jemaat gereja di Kelapa Gading pada Minggu (4/1), seharga Rp2 juta.
âHasil interogasi bahwa handphone (telepon genggam) tersebut telah dijual kepada seseorang yang bernama R yang berada di Kali Betik, Koja, Jakarta Utara, seharga Rp2 juta,â kata Kompol Seto di Jakarta, Rabu (7/1).
Kemudian dari hasil penjualan barang tersebut, sambung dia, masing-masing pelaku mendapatkan uang Rp1 juta.
âD mendapat Rp1 juta, dan pelaku R mendapatkan Rp1 juta,â ujar Seto.Â
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
SBIN Dorong Manufaktur Menuju Ekonomi 8 Persen
-
Rudy Mas’ud Kembali Pimpin DPD Partai Golkar Kaltim Periode 2025-2030
-
Bahaya Medsos Mengintai Anak, PP Tunas Hadir Jadi Solusi!
-
Pertamina Jaga Ketersediaan BBM, Masyarakat Diminta Tenang
-
Rilis kasus kejahatan jalanan
-
Waspada! Hujan Intensitas Tinggi Belasan Wilayah di Mampang Kebanjiran, BPBD Targetkan Cepat Surut
-
KKP Ringkus Jaringan Penyelundup Telur Penyu di Kalbar, Kerugian Capai Rp 9,6 Miliar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.