Harta Karun Tersembunyi: Makam Kuno Ditemukan di Bawah Reruntuhan Changchun

Kamis, 08 Jan 2026, 22:10 WIB

XI'AN - Sebuah klaster yang mencakup 31 makam berusia hampir 3.000 tahun ditemukan di Provinsi Shaanxi, China barat laut.

Klaster makam kuno ini memberikan bukti penting bagi kajian perkembangan politik dan sosial pada masa tersebut, demikian disampaikan para arkeolog pada Selasa (6/1).

Ket. Foto: — Sumber: wikimedia commons

Makam-makam tersebut merupakan bagian penting dari Reruntuhan Changchun di wilayah Fuping, Kota Weinan, tempat penggalian dilakukan sejak Agustus 2022 secara bersama-sama oleh Institut Arkeologi Provinsi Shaanxi (Shaanxi Provincial Institute of Archaeology/SPIA), Museum Weinan, serta biro kebudayaan dan pariwisata wilayah Fuping.

Para arkeolog juga menemukan lima lubang berisi sisa-sisa kereta (chariot) dan kuda.

Pada makam-makam yang lebih kecil, hanya digunakan satu peti mati, dan tidak ditemukan benda perunggu yang ikut dikubur.

Para peneliti hanya menemukan wadah tembikar dan ornamen dari cangkang kerang, sehingga mereka menyimpulkan bahwa pemilik makam kemungkinan berasal dari kalangan rakyat biasa.

Li Yanfeng, seorang associate researcher di SPIA, menyatakan bahwa makam-makam tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam empat kategori berdasarkan ciri morfologinya, dengan perbedaan hierarkis.

Di antaranya, makam bernomor M1 dan M2 tergolong berperingkat relatif tinggi, masing-masing memiliki tiga lapis peti mati.

Lebih dari 300 artefak, termasuk set perlengkapan, berhasil digali, yang antara lain terbuat dari tembaga, giok, batu, lak, dan cangkang kerang.

Di antara artefak tersebut, liontin giok bermotif manusia dan naga, tombak giok, serta lonceng batu dinilai sangat indah.

Pada makam-makam yang lebih kecil, hanya digunakan satu peti mati, dan tidak ditemukan benda perunggu yang ikut dikubur. Para peneliti hanya menemukan wadah tembikar dan ornamen dari cangkang kerang, sehingga mereka menyimpulkan bahwa pemilik makam kemungkinan berasal dari kalangan rakyat biasa.

"Meskipun makam-makam tersebut memiliki peringkat yang berbeda, penyebarannya tertata rapi, mencerminkan karakteristik 'pemakaman keluarga' dan 'sistem pemakaman umum terpusat'," kata Li, seraya menambahkan bahwa karena sejauh ini tidak ditemukan prasasti pada artefak yang digali, identitas kelompok ini masih sulit dipastikan.

Dengan membandingkan tembikar dan perlengkapan perunggu serta melakukan uji karbon-14 terhadap tulang manusia dari makam M1 dan M2, tim arkeolog menetapkan bahwa peninggalan di area penggalian tersebut kemungkinan berasal dari periode pertengahan hingga akhir Dinasti Zhou Barat (1046 SM-771 SM), menurut Li.

Pemilik makam M2 berjenis kelamin laki-laki dan diduga merupakan penguasa permukiman tersebut, sementara yang dimakamkan di M1 adalah istrinya.

"Penggalian ini tidak hanya menyediakan material fisik makam-makam tingkat tinggi dari Dinasti Zhou Barat di area ini, tetapi juga memberikan bukti bagi kajian politik dan masyarakat pada masa tersebut," tambahnya. Ant/Xinhua

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Di Karawang Terjadi 50 Kebakaran Terjadi Selama Dua Minggu ini

Perkuat Komitmen pada Asuransi Inklusif, AXA Mandiri Raih ESG Award 2026 by KEHATI

Menag Bertemu Dubes Mesir, Grand Syekh Al-Azhar Dipastikan Hadiri IGIC 2026.

Universitas Thailand Tawarkan Kuliah dan Beasiswa di Jakarta

Secercah Harapan Rehabilitasi 300 Orangutan Menanti Kesiapan Pelepasliaran yang Aman

Intensifkan Pemasaran WashTower, LG Bentuk Kolaborasi Dengan Mitra Dealer Spesialis

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Rumah Harimau Sumatera Ikut Hangus Dilalap Kebakaran Hutan

Aturan Baru Tarif Pengantaran Barang dan Makanan Ojol Digodok Kemkomdigi, Tak Adopsi Skema 92:8, Fokus bagi Hasil Adil

LG UltraGear Native 1000Hz Segera Hadir di Indonesia

Impor Udang Vaname 120 Ton Lewat Kawasan Berikat, KKP Minta Industri Utamakan Produksi Lokal

D'Masiv Bikin Album Full Berbahasa Inggris, Beri Warna Baru bagi Massivers

Tapak Tumbuh Hadir di JIA Curated 2026, Ubah Jejak Bumi Menjadi Pengalaman Spasial

Waspada! Modus Paket Umrah di Bawah Rp26 Juta, Kemenhaj Ingatkan Jemaah Indikasi Penipuan

Dopamine Land Hadir di Jakarta, Tawarkan Pengalaman Hiburan Multisensori

Festival Pacu Jalur 2026 di Kuansing Dibuka Plt Gubernur Riau, Ini Jadwal Lengkapnya!

FLONA 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Pamerkan Kekayaan Flora-Fauna Nusantara

PLN Berhasil Pulihkan Keseluruhan Sistem Kelistrikan Flores Pasca Gempa M7,7

Pertamina Tambah Fasilitas Dermaga Jetty di Terminal BBM Manggis Bali, Amankan Pasokan BBM Bali-Nusra

PT KAI dan KCIC Gelar Program EduTrain bagi 81 Anak Panti Asuhan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.