Gubernur Khofifah Dorong Pramuka Jatim Lebih Adaptif dan Produktif Guna Mendukung Pembangunan

Kamis, 08 Jan 2026, 20:59 WIB

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mendorong Gerakan Pramuka Jatim agar semakin produktif, adaptif, dan berkelanjutan dalam mendukung program pembangunan daerah dan nasional. Dorongan itu disampaikan Khofifah selaku Ketua Majelis Pembina Daerah (Kamabida) Gerakan Pramuka Jatim dalam Rapat Paripurna Kwarda Pramuka Jatim Masa Bakti 2025–2030 di Kantor BPSDM Provinsi Jawa Timur, Kamis (8/1).

Khofifah menegaskan, produktivitas Pramuka merupakan implementasi nilai Satya dan Dasa Dharma Pramuka yang harus diwujudkan melalui peran nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, Pramuka perlu segera memetakan peluang keterlibatan dalam berbagai Program Strategis Nasional yang dijalankan di daerah.

Ket. Foto: Khofifah juga mengajak Gerakan Pramuka Jatim memperkuat literasi digital, etika bermedia sosial, dan kecakapan teknologi informasi agar generasi muda mampu bersikap bijak dan produktif di ruang digital. — Sumber: Istimewa

“Pramuka harus produktif. Peluang dari banyaknya Program Strategis Nasional ini bisa segera dipetakan, lalu dikoordinasikan dengan cepat. Pramuka harus menentukan di titik-titik mana akan mengambil peran,” ujar Khofifah.

Ia menyebut, peningkatan produktivitas Pramuka perlu didukung sinergi yang kuat dengan perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim. Sinergi tersebut dinilai penting karena perangkat daerah menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan program prioritas nasional.

Dalam arahannya, Khofifah memaparkan sejumlah program strategis yang berpotensi melibatkan Pramuka pada 2026. Di antaranya swasembada jagung, swasembada gula konsumsi, serta pemenuhan kebutuhan protein hewani untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dari sektor perikanan.

“Akan banyak dibangun kolam-kolam ikan lele untuk pemenuhan protein dalam MBG,” kata Khofifah.

Selain itu, terdapat pula pembangunan Grand Parent Stock indukan ayam skala nasional serta peningkatan produktivitas sapi perah yang membutuhkan dukungan impor sekitar 200 ribu sapi dara bunting. Menurut Khofifah, peluang tersebut harus direspons dengan langkah konkret oleh Gerakan Pramuka.

Ia meminta Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jatim segera melakukan identifikasi dan pemetaan peran melalui pembentukan desk-desk kerja di luar Satuan Karya (Saka). Setelah peran ditentukan, Pramuka diminta menyusun rencana aksi yang jelas dan terukur.

“Harus ada plan of action, bukan hanya plan not action, supaya langkah Pramuka ke depan benar-benar jelas dan terarah,” tegasnya.

Khofifah menambahkan, peningkatan produktivitas Pramuka sejalan dengan tema Rapat Paripurna Kwarda Jatim Masa Bakti 2025–2030, yakni adaptif, produktif, dan berkelanjutan. Ia juga menekankan peran strategis Pramuka dalam mendukung prioritas pembangunan Jawa Timur yang tertuang dalam RPJMD 2025–2029, seperti Jatim Sejahtera, Jatim Harmoni, dan Jatim Lestari.

Di tengah tantangan sosial dan digital yang semakin kompleks, Khofifah meminta Pramuka tetap menjadi benteng pembinaan karakter generasi muda. Ia menyoroti maraknya pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, perundungan, intoleransi, serta kecanduan gawai.

“Pramuka harus hadir sebagai ruang pembinaan karakter yang sehat, disiplin, empatik, dan berakhlak mulia,” katanya.

Khofifah juga mengajak Gerakan Pramuka Jatim memperkuat literasi digital, etika bermedia sosial, dan kecakapan teknologi informasi agar generasi muda mampu bersikap bijak dan produktif di ruang digital.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jatim, HM Arum Sabil mengatakan, arahan Gubernur Khofifah menjadi landasan penguatan Pramuka produktif, khususnya di sektor pangan. Pramuka, kata dia, akan diarahkan pada kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan, hingga energi baru terbarukan dengan konsep pertanian terintegrasi dan zero waste di 38 kabupaten/kota di Jatim.

“Pramuka akan digerakkan melalui kegiatan yang edukatif dan berkelanjutan agar peserta didik memahami sektor pangan secara utuh, dari hulu hingga hilir,” pungkasnya.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.