Gerakan Penghijauan di Rejang Lebong Melibatkan Pelajar SMA/SMK 

Selasa, 06 Jan 2026, 22:45 WIB

Rejang Lebong - Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu melibatkan seluruh pelajar SMA/SMK yang ada di wilayah itu dalam gerakan penghijauan di sepanjang daerah aliran sungai atau DAS.

"Pemkab Rejang Lebong akan mengajak seluruh pelajar SMA dan SMK di Kabupaten Rejang Lebong yang tergabung di kelompok Sispala untuk mendukung gerakan penghijauan melalui penanaman pohon di kawasan DAS kritis, untuk mengantisipasi bencana banjir jangka panjang," kata Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri saat memimpin rakor gerakan penanaman pohon di Pemkab Rejang Lebong, Selasa.

Ket. Foto: Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri (kiri) didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Rejang Lebong Suradi Ripai pada acara rakoor penanaman pohon di Pemkab Rejang Lebong, Selasa (6/1/2026). — Sumber: Antar

Dia menjelaskan, untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam berupa banjir dan tanah longsor secara berkelanjutan dibutuhkan gerakan bersama yang melibatkan banyak pihak, termasuk pelajar melalui Sispala.

Melalui Sispala, kata dia, siswa diharapkan berperan aktif dalam kegiatan konservasi lingkungan, kemudian kegiatan kemah bersama, serta penanaman pohon di DAS kritis yang mayoritas berada di kawasan Lembak.

Menurut dia, dampak kerusakan DAS selama ini diketahui telah menyebabkan terjadinya banjir, salah satunya di Desa Lubuk Belimbing II di Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI) pada akhir 2025 lalu, dan sempat menimbulkan korban jiwa.

Penanaman pohon di DAS kritis itu sendiri merupakan inisiatif yang digagas Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, dan telah dilakukan launching penanaman secara serentak pada 30 Desember 2025.

Gerakan penanaman pohon ini harus didukung oleh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu dalam rangka mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam yang diakibatkan hutan gundul, di mana manfaatnya akan dirasakan 15 hingga 20 tahun ke depan.

Sebelumnya pada lunching gerakan penanaman pohon bertempat di Desa Kayu Manis dan Desa Cawang Lama, Kecamatan Selupu Rejang pada 30 Desember 2025 lalu yang dilaksanakan Pemkab Rejang Lebong bersama dengan pelaku usaha, mahasiswa IAIN, komunitas pecinta alam, serta masyarakat berhasil menanam sebanyak 500 batang pohon.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Rejang Lebong Suradi Ripai menyatakan, kesiapan pihaknya mendukung gerakan penanaman pohon di Kabupaten Rejng Lebong dengan menyiapkan 5.000 bibit pohon, terdiri atas durian, petai, bambang lanang, dan kayu bawang.

"Akan kita siapkan 5.000 bibit pohon yang akan disalurkan untuk kegiatan penghijauan di DAS, lahan kritis, dan lokasi eks tambang," kata Suradi Ripai.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.