Mobilisasi Kapital Swasta: Jurus IIF Tutup Kesenjangan Pembiayaan Infrastruktur

Minggu, 14 Sep 2025, 22:05 WIB

JAKARTA – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat peran dalam pembangunan berkelanjutan melalui inovasi pembiayaan. Arah kebijakan ini penting mengingat kebutuhan pendanaan infrastruktur di Indonesia sangat besar, sementara kemampuan APBN terbatas.

Dengan memperluas mobilisasi modal swasta, baik lewat pasar modal, skema pinjaman, maupun instrumen keuangan hijau, IIF tidak hanya menyediakan alternatif pendanaan, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem investasi yang lebih inklusif dan berorientasi jangka panjang.

Ket. Foto: Ilustrasi – Pembangunan infrastruktur strategis. — Sumber: Istimewa.

Inovasi pembiayaan ini juga menjadi kunci untuk menarik investor domestik maupun internasional agar lebih percaya diri menyalurkan modal pada proyek infrastruktur yang berorientasi keberlanjutan. Hal tersebut tidak hanya menyokong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan sosial, sesuai dengan tren global green finance.

Chief Risk Officer IIF Lestari A. Umardin dalam keterangan diterima di Jakarta, Sabtu (13/9), mengatakan pihaknya telah menyalurkan sekitar Rp42,5 triliun pembiayaan untuk lebih dari 150 proyek infrastruktur strategis hingga 2024. Pembiayaan tersebut mencakup sektor transportasi, energi, telekomunikasi, air bersih, hingga infrastruktur sosial.

"Ke depan, IIF berkomitmen untuk terus memperluas kontribusinya melalui inovasi dan kolaborasi, Melalui langkah ini, IIF berharap menciptakan ekosistem pembiayaan yang inklusif, tangguh, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan." kata dia.

Lembaga yang didirikan atas inisiatif Pemerintah RI bersama dengan lembaga keuangan internasional ini mencatat beberapa capaian utama hingga 2024, antara lain pembiayaan proyek energi terbarukan yang memberi daya listrik untuk lebih dari 693.000 rumah tangga, dan berpotensi menghindari emisi gas rumah kaca sebesar 4,81 juta ton karbon dioksida ekuivalen per tahun.

Selain itu, kata Lestari, IIF juga telah mendanai tujuh proyek air minum yang memberi akses air aman bagi 1,39 juta rumah tangga, serta pembangunan fasilitas medis berkapasitas lebih dari 1.000 tempat tidur yang melayani ratusan ribu pasien setiap tahun.

Pada September 2025 ini, IIF meraih penghargaan Indonesia Green & Sustainable Companies Award 2025 yang diselenggarakan oleh SWA. Dalam acara tersebut, IIF meraih penghargaan sebagai Best Innovation in Sustainable Finance Implementation dengan predikat Very Good.

“Penghargaan ini menegaskan komitmen IIF untuk terus berinovasi dan terdepan dalam pembiayaan berkelanjutan, dengan mendorong mobilisasi modal swasta melalui pasar modal, pinjaman, dan instrumen lainnya, guna mempercepat pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia,” ujar Lestari.

Penghargaan ini ditujukan untuk memberikan apresiasi bagi perusahaan yang berhasil mengintegrasikan prinsip lingkungan, keberlanjutan, dan tata kelola (ESG), mendorong adopsi dan inovasi ESG yang berkelanjutan, serta memperkuat ekosistem bisnis berkelanjutan Indonesia.

IIF merupakan lembaga keuangan swasta non-bank yang saat ini dimiliki oleh PT Sarana Multi Infrastruktur/SMI (Persero), Asian Development Bank (ADB), International Finance Corporation (IFC) yang merupakan bagian dari World Bank, Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft (DEG) yang sepenuhnya dimiliki oleh KfW, dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC).

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.