Tren Positif Masih Berlanjut, 5 Januari 2026

Senin, 05 Jan 2026, 08:05 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ber­potensi melanjutkan tren positif dalam perdagangan awal pekan ini. Kinerja tersebut dipengaruhi pertumbuhan laba perusahaan, kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang semakin akomodatif, serta dorongan fis­kal yang bersifat ekspansif.

Pengamat pasar modal sekaligus Co-Founder Pasardana, Hans Kwee meng­ungkapkan pertumbuhan laba perusahaan di Amerika Serikat (AS) pada 2026 juga dini­lai tidak lagi terkonsentrasi pada saham-saham berkapital­isasi sangat besar. Selain itu, lanjutnya, tahun ini, The Fed menuju posisi suku bunga netral dengan potensi dua kali pemotongan bunga pada Maret dan Juni mendatang.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Dia menambahkan, dalam jangka pendek, perhatian pelaku pasar tertuju pada rilis data ekonomi. Pekan depan, data inflasi Indonesia diperkirakan berada di level relatif rendah, sementara neraca perdagangan Indonesia diper­kirakan kembali mencatatkan surplus.

Karenanya, Hans memproyeksikan IHSG dalam perda­gangan, Senin (5/1), bergerak konsolidatif cenderung me­nguat dengan level support di kisaran 8.537-8.664, semen­tara level resistance di rentang 8.776-8.800.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/1) sore, ditutup menguat 101,19 poin atau 1,17 persen ke posisi 8.748,13, seiring dengan optimisme pelaku pasar pada awal 2026. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau in­deks LQ45 naik 5,42 poin atau 0,64 persen ke posisi 852,00.

“Meskipun mengalami perlambatan, posisi indeks ma­nufaktur masih di zona ekspansi yang mencerminkan pertumbuhan aktivitas manufaktur secara stabil,” ujar As­sociate Director of Research and Investment Pilarmas In­vestindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico da­lam kajiannya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.