Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekolah di Daerah Terdampak Bencana Siap Gelar Pembelajaran

📅 Senin, 05 Jan 2026, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekolah di Daerah Terdampak  Bencana Siap Gelar Pembelajaran Doc: Antara
Ket. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti saat menggunting pita tanda peresmian program revitalisasi SD Muhammadiyah 1 Kudus, Jawa Tengah, Jumat (2/1/2026).

KUDUS - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan sekitar 85 persen sekolah di tiga provinsi yang terdampak bencana alam yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat siap melaksanakan kegiatan pembelajaran pada awal Januari 2026.

“Ketiga provinsi tersebut, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang sebelumnya mengalami kerusakan sarana pendidikan akibat musibah banjir,” ujar Abdul Mu’ti usai meresmikan revitalisasi gedung SD Muhammadiyah 1 Kudus, kemarin.

Ia mengungkapkan kesiapan sekolah di Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah mencapai 100 persen. Sementara di Provinsi Aceh, proses pemulihan masih terus dilakukan, terutama pembersihan sekolah-sekolah yang terdampak lumpur cukup tebal.

“Di Aceh memang masih perlu dilakukan pembersihan lanjutan. Ada juga sekolah yang sudah tidak mungkin lagi dipergunakan, sehingga akan kami bangun kembali. Sebagiannya di lokasi yang sama dan sebagian harus direlokasi karena faktor keamanan,” ujarnya.

Selama proses pemulihan berlangsung, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyiapkan sejumlah alternatif agar kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan.

Siswa yang belum dapat menggunakan gedung sekolah akan diarahkan belajar di fasilitas publik, seperti Puskesmas dan tempat ibadah. Selain itu, pemerintah juga membangun 54 tenda darurat yang bersifat sementara sebagai ruang ­belajar.

Abdul Mu’ti mengungkapkan berdasarkan data sementara terdapat sekitar 4.000 lebih satuan pendidikan yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Jumlah tersebut masih terus diperbarui karena beberapa wilayah belum sepenuhnya dapat dijangkau akibat kerusakan yang cukup parah.

“Kami terus memutakhirkan data. Insya Allah sebagian besar sekolah bisa mulai pembelajaran pada 5 Januari, sementara sebagian lainnya akan memulai pada 12 Januari 2026, tergantung kebijakan pemerintah daerah masing-masing,” ­ujarnya.

Kurikulum Darurat

Terkait proses pembelajaran di daerah terdampak, Kemendikdasmen juga menyiapkan skenario kurikulum darurat yang bersifat fleksibel dan adaptif. Kurikulum tersebut disusun dengan beberapa opsi durasi, mulai dari tiga bulan, satu tahun, hingga tiga tahun, sesuai dengan kondisi daerah.

“Yang terpenting anak-anak tetap bisa belajar. Mereka tidak harus menggunakan seragam atau sepatu lengkap, karena sebagian masih dalam proses pemulihan. Prinsipnya adalah memastikan hak belajar anak tetap terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan jumlah korban meninggal akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera mencapai 1.177 orang per 4 Januari 2026.

“Tambahan korban jiwa meninggal dunia ini menambah jumlah total dari tiga provinsi. Kemarin, rekapitulasi kita di cut off pukul 16.00 WIB adalah 1.167 jiwa, dan hari ini bertambah 10 menjadi 1.177 jiwa yang meninggal dunia,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (4/1).

Abdul menjelaskan tambahan korban meninggal tersebut tersebar di Aceh Utara sebanyak 3 jiwa, Tapanuli Selatan 5 jiwa, dan Sumatera Barat 2 jiwa yang meninggal dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemenperin Dorong Gen Z Kembangkan Industri Batik

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.