Inggris dan Prancis Serang Kelompok ISIS di Suriah

Senin, 05 Jan 2026, 02:50 WIB

LONDON - Inggris pada Minggu (4/1) mengatakan telah bergabung dengan Prancis dalam serangan udara semalam ke sebuah fasilitas bawah tanah dekat Palmyra di Suriah yang diyakini telah digunakan oleh kelompok ISIS.

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Prancis pada Sabtu (3/1) malam untuk menyerang fasilitas bawah tanah di Suriah itu kemungkinan besar telah digunakan oleh kelompok ISIS untuk menyimpan senjata.

Ket. Foto: Jet tempur Typhoon milik AU Kerajaan Inggris mendarat di Pangkalan Udara Akrotiri, Siprus, pada Sabtu (3/1) usai melakukan serangan udara yang menargetkan kelompok ISIS di Suriah. — Sumber: AFP/Ministry of Defence (United Kingdom)/Sgt Lee G

"Pesawat Angkatan Udara Kerajaan Inggris telah berhasil menyelesaikan serangan terhadap ISIS dalam operasi gabungan dengan Prancis," kata Kemenhan Inggris dalam sebuah pernyataan.

ISIS dikalahkan secara teritorial di Suriah pada tahun 2019 namun masih tetap hadir, khususnya di gurun pasir yang luas di negara tersebut. Palmyra, lokasi bagi reruntuhan kuno yang terdaftar di UNESCO, pernah dikuasai oleh kelompok tersebut.

Bulan lalu, Amerika Serikat (AS) melaporkan  seorang pria bersenjata anggota ISIS di Palmyra telah menyerang personelnya hingga menewaskan dua tentara dan seorang warga sipil AS.Pasukan AS kemudian mengatakan bahwa mereka telah melakukan serangan yang menyasar puluhan target kelompok ISIS di Suriah sebagai pembalasan. SB/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.