Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wajib Tahu! Ini Kebiasaan yang Bikin Hormon Stres Naik

📅 Minggu, 04 Jan 2026, 09:15 WIB | Oleh:
Wajib Tahu! Ini Kebiasaan yang Bikin Hormon Stres Naik Doc: Clariwell

JAKARTA - Akumulasi kebiasaan sehari-hari bisa membuat hormon kortisol tetap aktif dan kondisi ini dapat menimbulkan stres, kegelisahan, atau kelelahan emosional terus menerus.

Sebagaimana dikutip dalam siaran Hindustan Times pada Jumat (2/1), dokter ahli anestesi dan pengobatan nyeri Kunal Sood mengemukakan kebiasaan sehari-hari yang dapat mengganggu keseimbangan kortisol, yang disebut hormon stres, dan meningkatkan respons stres tubuh.

"Kortisol membantu Anda mengatasi stres, tetapi kebiasaan sehari-hari dapat membuat kadarnya tetap tinggi atau mengganggu ritme normalnya. Hal ini dapat memengaruhi tidur, metabolisme, suasana hati, dan pemulihan. Peningkatan kortisol sering kali berasal dari berbagai stres harian," ia menjelaskan.

Berikut kebiasaan-kebiasaan sehari-hari yang menurut Dr. Kunal Sood bisa mengganggu keseimbangan kortisol di dalam tubuh.

Kurang tidur

Dr. Sood menyampaikan bahwa tidur cukup membantu menekan kadar kortisol pada malam hari dan kurang tidur malam menyebabkan hormon stres ini meningkat, memperbesar respons stres keesokan harinya.

Olahraga berlebihan

Latihan olahraga berlebihan tanpa istirahat cukup dapat membuat kadar kortisol tetap tinggi dan mengganggu keseimbangan stres tubuh.

"Olahraga meningkatkan kortisol secara singkat, lalu seharusnya kembali normal. Ketika latihan melebihi pemulihan, ritme kortisol menjadi tidak normal, mencerminkan disfungsi sumbu HPA, bukan adaptasi yang sehat," kata Dr Sood.

Konsumsi kafein berlebihan

Menurut Dr. Sood, kafein adalah stimulan yang meningkatkan kewaspadaan dengan menaikkan kadar kortisol, yang ketika dikombinasikan dengan stres berkelanjutan bisa menimbulkan efek berlipat ganda terhadap respons stres tubuh.

Melewatkan waktu makan

Selain mengganggu metabolisme, Dr Sood mengatakan, melewatkan waktu makan, terutama sarapan, dapat meningkatkan kadar kortisol.

"Kortisol meningkat untuk menjaga kadar glukosa darah, dan kebiasaan sering melewatkan makan mengubah ritme kortisol normal," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.