Mendikdasmen:  95 Persen Sekolah Terdampak Bencana Sumut Siap KBM

Minggu, 04 Jan 2026, 22:50 WIB

MEDAN - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan jumlah sekolah terdampak bencana di Sumatra Utara mencapai 1.215 satuan pendidikan. Namun sebagian besar sekolah dinyatakan siap menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Terkait dengan musibah yang terjadi di Sumatra Utara, dalam data yang kami peroleh jumlah sekolah yang terdampak ada 1.215. Yang siap beroperasi untuk KBM pada tanggal 5 Januari nanti ada 1.157 atau 95,23 persen," ucap Mendikdasmen saat menyampaikan pidato dalam acara Peresmian Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di SMKN 7 Medan, Minggu (4/1).

Ket. Foto: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti — Sumber: YouTube Kemdikdasmen

Mu’ti menyebut sebagian kecil sekolah masih menggunakan tenda dan menjalani pembersihan pascabencana. Pemerintah menyiapkan skema pembelajaran khusus bagi sekolah tersebut.

“Yang belajar menggunakan tenda ada 19 atau 1,6 persen, yang masih proses pembersihan ada 29 atau 2,4 persen,” kata Mu'ti.

Ia pun menegaskan seluruh sekolah terdampak ditargetkan dapat digunakan kembali mulai 5 Januari 2026 mendatang.

Pemerintah telah menerbitkan surat edaran pembelajaran darurat. Surat edaran tersebut, lanjut dia, akan mengatur pembelajaran dan asesmen bagi sekolah terdampak banjir dan longsor.

"Kami telah menerbitkan surat edaran yang berisi penjelasan mengenai pembelajaran dan asesmen untuk sekolah-sekolah terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Tentunya dengan kurikulum yang kita rancang secara khusus pula," ucap Mendikdasmen.

Ia juga menekankan semangat pemulihan menjadi kunci keberlanjutan pendidikan pascabencana. Sekolah diminta tetap menjalankan pembelajaran meski sarana belum ideal.

Dikesempatan yang sama, Gubernur Sumatra Utara, Bobby Afif Nasution, melaporkan dampak bencana terhadap SMA dan SMK di wilayahnya. Ia menyebut wilayah terdampak berat meliputi Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, dan Tapanuli Utara.

"Ada 50 lebih, dari 33 kabupaten/kota ada 18 yang terdampak bencana. Namun yang paling berat ada 4 kabupaten dan kota, yaitu Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, dan Tapanuli Utara," ucap Bobby.

Meski demikian, Bobby mengatakan sebagian besar sekolah siap memulai semester genap mulai Senin (5/1) mendatang. "Kurang lebih hanya ada dua sekolah yang benar-benar terdampak besar, mungkin belum bisa secara baik mengikuti kegiatan belajar mengajar," kata Bobby. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.