- Home
-
- Luar Negeri
-
- Drone Ukraina Hantam Mobil...
Drone Ukraina Hantam Mobil di Belgorod, Warga Tewas Jelang Pembicaraan Damai di Paris
Minggu, 04 Jan 2026, 19:30 WIBJAKARTA - Ketegangan perang Ukraina-Russia kembali memakan korban jiwa setelah sebuah drone Ukraina menghantam mobil sipil di wilayah perbatasan Belgorod, Russia, pada Minggu pagi. Insiden tersebut menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya, di tengah persiapan pembicaraan damai internasional yang dijadwalkan berlangsung di Paris pekan ini.
Pemerintah daerah Belgorod menyebut serangan terjadi di kawasan dekat perbatasan Ukraina dan melibatkan kendaraan sipil yang sedang melintas. Dampak serangan ini kembali menyorot kerentanan wilayah perbatasan Russia dari serangan lintas negara.
Gubernur Belgorod, Vyacheslav Gladkov, mengonfirmasi adanya korban anak-anak dalam insiden tersebut. Ia menyatakan satu anak kecil termasuk di antara dua korban luka yang kini mendapatkan perawatan medis.
"Seorang warga tewas dan dua orang lainnya terluka, termasuk seorang anak kecil, akibat serangan drone terhadap mobil sipil," ujar Gladkov dalam keterangan resminya. Ia menyebut aparat keamanan telah melakukan penyelidikan lanjutan di lokasi kejadian.
Sementara itu, situasi di Ukraina juga tak kalah mencekam setelah serangan pesawat tak berawak menghantam wilayah Kharkiv semalam hingga Minggu. Pejabat setempat melaporkan sedikitnya tiga orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Selain itu, jumlah korban tewas akibat serangan rudal Russia di kota Kharkiv pada Jumat lalu kembali bertambah. Dua jenazah ditemukan di bawah reruntuhan bangunan yang sebelumnya hancur akibat hantaman rudal.
Kepala wilayah Kharkiv, Oleh Syniehubov, menyatakan total korban tewas kini mencapai empat orang. Proses evakuasi disebut masih berlangsung untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun puing bangunan.
Serangkaian serangan ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas diplomatik internasional untuk mendorong penghentian perang yang telah berlangsung hampir empat tahun. Para penasihat keamanan nasional dari negara-negara Eropa dan sekutu lainnya mengunjungi Kyiv pada Sabtu untuk membahas jaminan keamanan dan dukungan ekonomi bagi Ukraina.
Pertemuan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya diplomasi yang dipimpin Amerika Serikat guna membuka jalan menuju kesepakatan damai. Fokus pembahasan mencakup skema keamanan jangka panjang dan stabilitas ekonomi pascaperang.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan proses penyusunan proposal perdamaian kini memasuki fase percepatan. Ia menyebut Ukraina telah membagikan seluruh dokumen yang relevan kepada 18 penasihat keamanan nasional dari berbagai negara.
"Kami telah menyerahkan semua dokumen yang sedang dibahas, termasuk yang berkaitan dengan jaminan keamanan," kata Zelensky dalam pernyataannya pada Sabtu. Ia menilai langkah ini membuka peluang konkret menuju kesepakatan internasional.
Zelensky juga mengungkapkan rencana pertemuan lanjutan di Paris dalam beberapa hari ke depan. Pertemuan tersebut akan melibatkan perwakilan Staf Umum dan sektor militer Ukraina pada Senin, disusul pertemuan para pemimpin Eropa pada Selasa.
Ia berharap dokumen jaminan keamanan dapat difinalisasi dalam rangkaian pertemuan tersebut. Selain itu, Zelensky memastikan akan ada pertemuan terpisah dengan perwakilan Amerika Serikat di Paris.
Meski diplomasi terus digencarkan, eskalasi serangan di lapangan menunjukkan rapuhnya situasi keamanan di kedua belah pihak. Korban sipil yang terus berjatuhan menjadi pengingat bahwa konflik bersenjata masih jauh dari kata mereda.
- Drone
- Perdamaian
- geopolitik
- konflik Russia-Ukraina
- Perang Russia-Ukraina
- serangan drone
- Perundingan Damai
- Gejolak Geopolitik
- Pertemuan Putin-Zelensky
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Russia Peringatkan Para Diplomat Asing di Kyiv untuk Mengungsi Jelang Perayaan Hari Kemenangan PD II
-
Efisiensi Jadi Kunci, Bos PHE Buka-bukaan Strategi Investasi Migas di Tengah Geopolitik Panas
-
Putin Mengisyaratkan Perang Ukraina akan Segera Berakhir dan Siap Bertemu Zelenskyy di Negara Ketiga
-
Zelenskiy Kirim Surat Terbuka ke Putin, Usulkan Pertemuan Akhiri Perang
-
Industri Petrokimia Alami Tekanan, Inaplas Dorong Diversifikasi Bahan Baku untuk Kemandirian
-
Russia Tuduh Rezim Ukraina Neo-Nazi, Situasi HAM Disebut Memburuk
-
Dinas Keamanan Ukraina Menganggap Serangan Russia terhadap Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir sebagai Kejahatan Perang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.