Super Flu Influenza A (H3N2): Berikut Gejala yang Perlu Diwaspadai

Jumat, 02 Jan 2026, 18:55 WIB

JAKARTA - Varian baru Influenza A (H3N2) subclade K atau yang populer disebut super flu resmi terdeteksi di Indonesia dan menjadi perhatian serius publik. Kementerian Kesehatan memastikan virus ini sudah ditemukan sejak akhir Desember 2025 dan berpotensi menimbulkan gejala lebih berat dibanding flu musiman.

Pelaksana Tugas Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr Prima Yosephine, menyebut temuan ini berasal dari hasil pemeriksaan laboratorium nasional. Virus tersebut merupakan bagian dari clade 3C.2a1b.2a.2a.3a 1/K yang sebelumnya sudah menyebar luas di berbagai negara.

Ket. Foto: Ilustrasi seseorang ketika sedang flu — Sumber: Pexels

"Pada 25 Desember 2025, Balai Besar Laboratorium Kesehatan melaporkan telah ditemukan Influenza A (H3N2) subclade K," ujar dr Prima Yosephine, Selasa (30/12/2025).

Peningkatan kasus Influenza A(H3) subclade K sebelumnya terpantau signifikan di Amerika Serikat sejak memasuki musim dingin. Subclade ini pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada Agustus 2025 dan kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.

Spesialis paru dr Erlina Burhan menjelaskan bahwa virus influenza memiliki karakteristik mudah bermutasi dari waktu ke waktu. Mutasi tersebut dikenal sebagai antigenic drift yang membuat virus lebih sulit dikenali oleh sistem imun tubuh.

"Virus influenza memang punya kemampuan bermutasi secara berkelanjutan, dan subclade K ini merupakan hasil antigenic drift dari H3N2," kata dr Erlina, Kamis (1/1/2026).

Data Kementerian Kesehatan hingga akhir Desember 2025 mencatat sebanyak 62 kasus super flu tersebar di delapan provinsi di Indonesia. Kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat, dengan mayoritas pasien berasal dari kelompok anak dan perempuan.

Berbeda dengan flu biasa, super flu subclade K dinilai memiliki spektrum gejala yang lebih berat, terutama pada kelompok rentan. Berikut ini adalah rangkuman gejala utama super flu Influenza A subclade K yang perlu diwaspadai masyarakat.

1. Demam Tinggi hingga 39-41 Derajat Celcius

Demam menjadi gejala paling dominan pada super flu, dengan suhu tubuh dapat melonjak hingga 41 derajat Celcius. Kondisi ini berisiko memicu dehidrasi dan komplikasi serius jika tidak segera ditangani.

2. Nyeri Otot Berat dan Menyeluruh

Penderita super flu kerap mengeluhkan nyeri otot hebat di seluruh tubuh. Rasa sakit ini dapat mengganggu aktivitas harian dan membuat pasien sulit bergerak.

3. Lemas Ekstrem dan Kehilangan Energi

Lemas pada super flu tidak bersifat ringan seperti flu biasa. Pasien dapat merasa sangat kelelahan bahkan setelah beristirahat, sehingga membutuhkan pemantauan medis.

4. Batuk Kering yang Persisten

Batuk kering menjadi gejala umum yang menyertai infeksi Influenza A subclade K. Batuk ini bisa berlangsung lama dan berpotensi berkembang menjadi gangguan pernapasan.

5. Sakit Kepala Intens

Sakit kepala pada super flu sering muncul dengan intensitas tinggi dan terus-menerus. Kondisi ini dapat diperparah oleh demam tinggi dan respon inflamasi tubuh.

6. Nyeri Tenggorokan Berat

Radang tenggorokan pada super flu terasa lebih berat dibanding flu musiman. Pasien bisa mengalami kesulitan menelan dan rasa nyeri yang menetap.

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa gejala-gejala tersebut dapat menjadi lebih serius apabila menyerang anak-anak, lansia, ibu hamil, atau penderita penyakit penyerta. Deteksi dini dan penanganan cepat menjadi kunci untuk mencegah komplikasi lanjutan.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga daya tahan tubuh. Vaksinasi influenza tahunan tetap dianjurkan karena terbukti menurunkan risiko sakit berat, rawat inap, hingga kematian akibat influenza.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.