Tahun Baru 2026: Tanpa Kembang Api, Jakarta Pilih Donasi dan Doa Bersama

Kamis, 01 Jan 2026, 02:15 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memilih cara yang berbeda dalam menyambut Tahun Baru 2026 dengan meniadakan pesta kembang api dan menggantinya dengan doa bersama serta penggalangan donasi. Langkah ini diambil sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat di Sumatra dan sejumlah daerah lain yang tengah dilanda bencana.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa total donasi yang berhasil dihimpun dari rangkaian perayaan malam Tahun Baru di Jakarta mencapai Rp3,1 miliar hingga pukul 24.00 WIB. Dana tersebut sepenuhnya berasal dari partisipasi publik yang secara sukarela ikut menyumbang.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan sambutan di acara malam Tahun Baru bertema Jakarta Global City: From Jakarta with Love di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (31/12). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Ini merupakan kontribusi publik Jakarta, dan kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas kepedulian yang ditunjukkan," ujar Pramono saat menghadiri acara malam Tahun Baru bertema Jakarta Global City: From Jakarta with Love di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (31/12).

Pramono menjelaskan, setiap rangkaian acara perayaan Tahun Baru 2026 di berbagai titik Jakarta diawali dengan doa bersama. Doa tersebut melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai simbol kebersamaan dan toleransi warga ibu kota.

Ia berharap doa serta dukungan moral, spiritual, dan sosial dari masyarakat Jakarta dapat meringankan beban warga di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, serta wilayah terdampak lainnya. Menurutnya, kepedulian tidak selalu harus ditunjukkan lewat kemeriahan, tetapi juga melalui empati nyata.

"Beberapa penampilan musik malam ini juga disesuaikan sebagai wujud solidaritas dan kepedulian kepada saudara-saudara kita di daerah yang terdampak," imbuh Pramono.

 Penyesuaian tersebut dilakukan agar suasana perayaan tetap hangat tanpa menghilangkan rasa hormat terhadap situasi kebencanaan.

Selain donasi dari masyarakat, Pramono mengungkapkan bahwa Pemprov DKI Jakarta juga menerima kontribusi dari pengelola Ancol. Sebanyak 10 persen pendapatan Ancol pada Rabu (31/12) disumbangkan untuk kepentingan kemanusiaan.

"Kontribusi dari Ancol tentu signifikan dan akan digabungkan dalam total donasi," ujarnya.

Seluruh dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui mekanisme resmi.

Terkait penyaluran bantuan, Pramono memastikan Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Ia menyebut mekanisme tersebut telah beberapa kali digunakan dan dinilai transparan serta akuntabel.

"Pagi tadi pun kami telah memberangkatkan dua unit instalasi air dan sepuluh truk tangki air untuk membantu wilayah terdampak," tuturnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di daerah bencana.

Pramono juga mengapresiasi respons positif warga Jakarta terhadap kebijakan peniadaan kembang api. Menurutnya, dukungan publik menunjukkan kedewasaan dan empati masyarakat Jakarta yang hidup dalam keberagaman.

Ia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta akan mengevaluasi format perayaan Tahun Baru pada tahun-tahun mendatang. Namun bagi dirinya dan Wakil Gubernur Rano Karno, pergantian tahun tetap menjadi momentum untuk terus bekerja dan melayani warga.

Seluruh rangkaian acara malam Tahun Baru 2026 di Jakarta berakhir pada pukul 01.00 WIB. Layanan transportasi publik tetap beroperasi hingga pukul 02.00 WIB, sementara Transjakarta di koridor utama tetap berjalan 24 jam.

Untuk memastikan kondisi kota kembali normal, Pemprov DKI Jakarta menyiagakan ribuan personel lintas perangkat daerah. Sebanyak 3.395 petugas Dinas Lingkungan Hidup, 2.191 personel Dinas Perhubungan, dan 1.692 personel Satpol PP dikerahkan demi menjaga kebersihan, kelancaran, dan keamanan ibu kota.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.