Lumajang Perlakukan Wisatawan Bak Raja. Kenyamanannya Dijamin
Kamis, 01 Jan 2026, 22:57 WIBLUMAJANG â Tak hanya pembeli sebagai raja, kini wisatawan pun sebagai raja. Dia harus diperlakukan sebaik mungkin. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) setempat memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung objek wisata saat libur Tahun Baru 2026.
Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma bersama forkopimda turun langsung untuk menyapa masyarakat dan wisatawan dengan menggunakan sepeda motor ke sejumlah destinasi wisata di Lumajang, Kamis.
"Dengan turun langsung kami bisa melihat potensi wisata secara nyata, mendengar aspirasi warga, sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung," katanya.
Rombongan forkopimda yang ikut serta memantau sejumlah objek wisata, yakni Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, Kepala Kejaksaan Negeri Lumajang Ristu Darmawan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang Achmad Faisol Saifullah, serta Kalapas Kelas IIB Lumajang Agus Salim.
"Kegiatan itu menjadi wujud pendekatan kepemimpinan yang membumi, sekaligus strategi efektif Pemkab Lumajang dalam memastikan kesiapan destinasi wisata selama masa libur tahun baru," katanya.
Dia menjelaskan bahwa tidak hanya memantau tingkat kunjungan, rombongan juga meninjau infrastruktur, tata kelola kawasan, serta kenyamanan wisatawan yang datang dari berbagai daerah.
Situs Selogending di Desa Kandangan, Kecamatan Senduro menjadi salah satu titik utama kunjungan rombongan forkopimda karena Situs Selogending dikenal sebagai peninggalan prasejarah sekaligus cagar budaya bernilai tinggi.
Struktur punden berundak, batu-batu menhir sakral, serta keberadaan Watu Selogending dan Watu Wadung Prabu menjadi bukti jejak peradaban masa lampau yang hingga kini masih dijaga melalui tradisi dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Tatanan situs yang menyerupai Gunung Semeru semakin memperkuat nilai historis dan spiritual kawasan objek wisata budaya.
"Kegiatan itu bukan sekadar agenda simbolik, melainkan sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat dan memastikan kebijakan berjalan sesuai kondisi riil di lapangan," katanya.
Ia mengatakan Kabupaten Lumajang memiliki kekayaan wisata alam dan budaya yang luar biasa sehingga harus dijaga bersama dengan pengelolaan yang bertanggung jawab.
Selain promosi wisata dan pelestarian budaya, monitoring keamanan menjadi perhatian utama karena pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, dan instansi terkait melakukan antisipasi terhadap potensi kerawanan, kepadatan pengunjung, serta gangguan ketertiban selama libur tahun baru, agar aktivitas masyarakat tetap berjalan kondusif.
"Libur awal tahun selalu diiringi peningkatan mobilitas masyarakat, sehingga sinergi lintas sektor menjadi kunci agar masyarakat maupun wisatawan merasa aman, nyaman, dan terlindungi,â ujarnya.
Yudha berharap libur awal tahun tidak hanya berdampak pada peningkatan kunjungan wisata, tetapi juga menghadirkan pengalaman positif, aman, dan berkesan.
"Langkah itu sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membangun pariwisata Lumajang yang berkelanjutan, berbasis pelestarian budaya, serta berpihak pada kenyamanan dan keselamatan masyarakat," katanya.
- Bupati Lumajang
- Daya Tarik Wisatawan
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Mantan Presiden Brasil yang Dipenjara Jalani Operasi Tenggorokan karena Cegukan Terus-menerus
-
Gemini Mulai Lampaui ChatGPT, AI Google Mulai Pecah Dominasi Pasar Generatif
-
Perkuat Pertahanan Udara, TNI AU Tingkatkan Kemampuan Prajurit di Bidang Teknologi Radar Pasif
-
Atraksi budaya sambut libur akhir tahun di Sembalun
-
Program prioritas Kementerian Pariwisata
-
Jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Jawa Barat periode Agustus
-
Kerajaan Restui Taipan Anutin Charnvirakul sebagai PM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.