Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BBPOM Temukan Makanan Kedaluwarsa di Gowa dan Makasssar

📅 Selasa, 30 Des 2025, 12:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
BBPOM Temukan Makanan Kedaluwarsa di Gowa dan Makasssar Doc: ANTARA
Ket. Kepala BBPOM Makassar Yosef Dwi Irwan (kiri) bersama pihak Dinas Perdagangan Kota Makassar di salah satu toko swalayan di Kota Makassar. 

MAKASSAR – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar menemukan 40 jenis makanan dari 251 jenis makanan yang diperiksa saat pemeriksaan di Kabupaten Gowa dan Kota Makassar baru-baru ini.

"Selama kami aktifkan sidak di dua lokasi yakni Kabupaten Gowa dan Kota Makassar, terdapat 40 jenis makanan kemasan atau kaleng yang sudah kedaluwarsa," kata Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan, di Makassar, Senin (29/12). 

Dia mengatakan untuk pelaksanaan sidak di lapangan di sejumlah retail, toko atau warung, juga pasar modern dan tradisional dilakukan bersama instansi terkait.

Menurut dia, pengawasan itu dilakukan untuk memastikan kebutuhan konsumsi konsumen aman dan tidak berbahaya bagi kesehatan. 

Sementara bagi pihak yang ditemukan memiliki barang yang kedaluwarsa, telah diminta menarik semua barangnya dan menandatangani surat pernyataan tidak mengulang kejadian tersebut.

Terkait dengan pengawasan obat, makanan dan minuman akan dilakukan hingga 31 Desember 2025.

"Pengawasan dengan instansi terkait ini terus dilakukan hingga akhir tahun mengingat tingginya permintaan konsumsi, sehingga bahan pangan harus terus dipantau," kata Yosef. 

Selain itu, partisipasi aktif masyarakat juga sangat diharapkan dengan melaporkan ke BBPOM Makassar jika menemukan makanan atau minuman yang sudah tidak layak dikonsumsi atau kedaluarsa. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.