Wisatawan ke Bali Turun, Gubernur Koster Bongkar Fakta: Tiket Pesawat Selalu Full

Senin, 29 Des 2025, 17:20 WIB

JAKARTA - Gubernur Bali I Wayan Koster mengaitkan penurunan jumlah wisatawan domestik ke Pulau Dewata pada akhir tahun dengan keterbatasan armada pesawat. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada ketersediaan penerbangan menuju Bali selama musim liburan.

Menurut Koster, sejumlah pesawat maskapai nasional harus menjalani perawatan rutin. Akibatnya, kapasitas penerbangan ke Bali berkurang meski permintaan wisata tetap tinggi.

Ket. Foto: Tari Kecak yang berasal dari Bali, Indonesia, merupakan tarian drama yang terkenal dengan suara "cak cak cak" dari para penari — Sumber: UNESCO

Koster menjelaskan maskapai penerbangan Indonesia saat ini tidak beroperasi dengan jumlah pesawat maksimal. Hal tersebut menyebabkan frekuensi penerbangan ke Bali menjadi lebih sedikit dibandingkan periode normal.

Data otoritas bandara setempat menunjukkan Garuda Indonesia hanya mengoperasikan 9 dari total 11 pesawat untuk rute Bali. Kondisi ini turut memengaruhi kemampuan angkut wisatawan domestik ke Pulau Dewata.

Sementara itu, anak usaha Garuda Indonesia, Citilink, juga mengalami situasi serupa. Maskapai berbiaya rendah tersebut sebelumnya mengoperasikan 11 pesawat ke Bali.

Namun kini hampir separuh armada Citilink tengah menjalani perawatan rutin. Saat ini, hanya 6 pesawat Citilink yang aktif melayani penerbangan ke Bali.

"Jadi, penerbangan ke Bali memang lebih sedikit, tetapi selalu penuh. Itulah mengapa wisatawan yang berlibur ke Bali kesulitan mendapatkan tiket," kata I Wayan Koster.

Koster menilai keterbatasan armada ini menjadi faktor utama turunnya jumlah wisatawan domestik. Meski demikian, tingkat keterisian pesawat disebut tetap tinggi.

Ia menyebut kondisi tersebut membuat harga dan ketersediaan tiket menjadi tantangan bagi calon wisatawan. Banyak wisatawan akhirnya mengurungkan niat berlibur ke Bali.

Selain faktor penerbangan, Koster juga menyoroti perubahan pola wisata masyarakat. Menurutnya, wisatawan domestik kini lebih memilih berlibur di Pulau Jawa.

Pilihan tersebut didorong oleh semakin baiknya infrastruktur jalan tol di Jawa. Akses yang mudah dan biaya perjalanan yang lebih terjangkau membuat Jawa menjadi alternatif favorit.

Berdasarkan data hingga 26 Desember 2025, jumlah wisatawan domestik yang berkunjung ke Bali tercatat mencapai 9,2 juta orang. Angka ini turun dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 10,1 juta wisatawan.

Pemerintah daerah memperkirakan jumlah wisatawan domestik ke Bali akan mencapai 9,4 juta orang hingga akhir tahun 2025. Proyeksi ini tetap lebih rendah dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Penurunan wisatawan domestik juga disoroti oleh Kementerian Pariwisata. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut cuaca buruk turut memengaruhi minat perjalanan ke Bali.

"Kami akui bahwa Bali mengalami penurunan jumlah wisatawan domestik pada musim liburan ini. Mungkin karena cuaca buruk, sehingga mereka lebih memilih berlibur ke Jawa," kata Widiyanti Putri Wardhana.

Widiyanti menjelaskan kondisi cuaca ekstrem membuat sebagian wisatawan membatalkan rencana perjalanan. Faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan domestik.

Ia menambahkan bahwa cuaca buruk juga berdampak pada jadwal penerbangan. Beberapa penerbangan mengalami penyesuaian sehingga memengaruhi arus wisatawan.

Data dari operator bandara Angkasa Pura mencatat Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali melayani 811.170 penumpang pada periode 15 hingga 26 Desember 2025. Jumlah tersebut mencakup penumpang domestik dan internasional.

Dari total penumpang tersebut, sebanyak 327.394 orang merupakan penumpang domestik. Sementara itu, 483.776 penumpang lainnya berasal dari penerbangan internasional.

Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 2,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada periode libur akhir tahun 2024, total penumpang tercatat mencapai 834.207 orang.

Meski wisatawan domestik menurun, arus wisatawan internasional ke Bali masih relatif stabil. Pemerintah daerah tetap optimistis sektor pariwisata Bali akan pulih secara bertahap.

Koster menegaskan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan maskapai dan pemerintah pusat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan penerbangan ke Bali ke depan.

Menurutnya, perbaikan armada pesawat diharapkan segera rampung. Dengan demikian, kapasitas penerbangan ke Bali bisa kembali normal.

Pemprov Bali juga terus mendorong promosi pariwisata yang adaptif. Strategi ini ditujukan untuk menjaga daya tarik Bali di tengah berbagai tantangan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.