Unpatti Ambon Kukuhkan Lima Guru Besar, Perkuat Kualitas dan Pemerataan Pendidikan di Maluku

Senin, 29 Des 2025, 13:18 WIB

AMBON - Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon mengukuhkan lima guru besar baru dari berbagai bidang keilmuan sebagai upaya memperkuat kualitas dan pemerataan pendidikan tinggi di Provinsi Maluku.

Ketua Senat Unpatti Prof Nirahua dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan guru besar memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Ket. Foto: Pengukuhan lima guru besar Unpatti Ambon. — Sumber: antara foto

“Pengukuhan lima guru besar ini menunjukkan komitmen Unpatti untuk terus berperan aktif dalam pembangunan ilmu pengetahuan dan memberikan sumbangsih yang bermakna bagi masyarakat Maluku,” ujarnya di Ambon, Senin (29/12).

Lima akademisi yang dikukuhkan sebagai guru besar tersebut yakni Prof Herlina Tehubijulluw sebagai guru besar bidang Kimia Anorganik, Prof Normawaty sebagai guru besar bidang Ilmu Kepemimpinan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Prof Max Robingson Wenno sebagai guru besar bidang Bioteknologi Ilmu Perikanan, Prof Josef Pagaya sebagai guru besar bidang Ilmu Kebakaran dan Mikrobiologi, serta Prof Fransina Latumahina sebagai guru besar bidang Ilmu Perlindungan Ekosistem Hutan.

Rektor Unpatti Prof Fredy Leiwakabessy mengatakan pengukuhan lima guru besar tersebut merupakan bagian dari upaya strategis universitas dalam memperkuat sumber daya manusia dan peran Unpatti sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan di kawasan timur Indonesia.

“Proses pengukuhan ini bukan hanya pencapaian pribadi para akademisi, tetapi juga langkah besar Unpatti untuk terus melahirkan pemikiran kritis dan inovatif yang berdampak bagi masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, sepanjang 2025 Unpatti mengusulkan sebanyak 16 dosen untuk naik jabatan akademik guru besar, namun hanya lima dosen yang berhasil dikukuhkan setelah melalui proses penilaian yang ketat. Dengan pengukuhan tersebut, jumlah guru besar di Unpatti kini mencapai 121 orang.

“Pencapaian ini menunjukkan bahwa Unpatti semakin solid dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi, tidak hanya dalam pengajaran, tetapi juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Salah satu guru besar yang dikukuhkan, Prof Herlina Tehubijulluw, menegaskan komitmen para guru besar Unpatti untuk berkontribusi aktif dalam menjawab berbagai persoalan daerah melalui riset dan kolaborasi lintas sektor.

“Sebagai guru besar, kami tidak hanya mengemban tugas mengajar, tetapi juga berkontribusi melalui penelitian yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat Maluku,” katanya.

Pengukuhan tersebut diharapkan semakin memperkuat peran Unpatti dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan pendidikan di Maluku, sekaligus mendukung pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.