Kemlu Telah Fasilitasi Repatriasi 9 WNI dari Kamboja

Minggu, 28 Des 2025, 19:30 WIB

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memfasilitasi pemulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) dari Kamboja, Jumat (26/12). Ini merupakan hasil kolaborasi Direktorat Pelindungan WNI Kemlu, KBRI Phnom Penh, dan Bareskrim Polri.

Sebanyak tujuh dari sembilan WNI diketahui telah berada di Kamboja lebih dari satu tahun. Mereka diduga dipekerjakan sebagai scammer (penipu) dalam jaringan penipuan daring di beberapa wilayah.

Ket. Foto: — Sumber: RRI/Retno Mandasari

Seluruh WNI tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (26/12) pukul 18.50 WIB, dengan penerbangan komersial rute Phnom Penh-Jakarta. Mereka telah menjalani proses keimigrasian di Kamboja, termasuk penyelesaian deportasi dan penerbitan exit permit.

KBRI Phnom Penh juga memfasilitasi pemberian Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sebagai dokumen perjalanan pulang ke Indonesia. Mereka berasal dari beberapa provinsi seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, Riau, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan Lampung.

Kemlu mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap tawaran kerja ke luar negeri tanpa melalui prosedur resmi. Ini dilakukan guna menghindari risiko eksploitasi dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

KBRI Phnom Penh pada November lalu mengungkapkan terjadinya peningkatan jumlah kasus yang melibatkan WNI. Hingga triwulan III 2025, KBRI Phnom Penh telah menangani total 4.030 kasus WNI di Kamboja.

Ini merupakan kenaikan lebih dari 50 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024. Dubes RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, meminta masyarakat Indonesia tidak mudah tergiur dengan lowongan pekerjaan di luar negeri.

"Khususnya dari mereka yang menawarkan kerja mudah, gaji tinggi, dan minim persyaratan," kata dia beberapa waktu lalu.

Menurut Santo, KBRI Phnom Penh juga terus melakukan langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.