Gempa Besar Guncang Taiwan Tengah Malam, Getaran Terasa di Seluruh Pulau

Minggu, 28 Des 2025, 18:35 WIB

JAKARTA - Gempa bumi kuat mengguncang Taiwan pada Sabtu malam waktu setempat dan langsung memicu kepanikan warga di berbagai wilayah. Getaran gempa bahkan dilaporkan terasa hampir di seluruh pulau, termasuk di ibu kota Taipei.

Gempa tersebut terjadi sekitar pukul 23.05 waktu setempat dengan pusat gempa berada di lepas pantai timur laut Taiwan. Lokasinya tercatat sekitar 32 kilometer dari Kota Yilan yang berada di wilayah pesisir.

Ket. Foto: — Sumber: Independent

Survei Geologi Amerika Serikat atau USGS mencatat kekuatan gempa mencapai magnitudo 6,6. Namun, Badan Meteorologi Pusat Taiwan melaporkan kekuatan yang lebih besar, yakni magnitudo 7.

Perbedaan data tersebut tidak mengurangi fakta bahwa gempa ini menjadi salah satu yang terkuat di Taiwan dalam beberapa dekade terakhir. Otoritas setempat menyebut gempa ini sebagai yang paling kuat sejak tahun 1999.

"Gempa pada hari Sabtu terasa kuat di seluruh Taiwan, tetapi karena terjadi pada kedalaman yang cukup dalam dan pusat gempa berada di lepas pantai, kemungkinan besar tidak akan menyebabkan kerusakan serius," kata Chen Da-yi. Ia merupakan kepala seksi di Pusat Seismologi Badan Meteorologi Taiwan yang menyampaikan pernyataan itu dalam konferensi pers.

Chen menjelaskan bahwa pusat gempa berada pada kedalaman sekitar 70 kilometer. Kedalaman tersebut dinilai cukup untuk meredam dampak destruktif di permukaan.

Meski demikian, guncangan gempa tetap membuat banyak warga terkejut. Gedung-gedung di Taipei dilaporkan bergoyang selama beberapa detik yang terasa cukup lama.

Presiden Taiwan William Lai Ching-te langsung merespons situasi tersebut dengan mengimbau masyarakat tetap waspada. Ia meminta warga untuk bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Sejumlah warga yang berada di daerah dekat pusat gempa menceritakan pengalaman menegangkan saat gempa terjadi. Salah satunya berasal dari Kabupaten Yilan yang berada tidak jauh dari episentrum.

"Gedung itu berguncang pertama kali secara vertikal lalu berayun secara horizontal," kata seorang warga Yilan. Ia mengaku merasakan guncangan kuat yang membuatnya panik dan memutuskan keluar dari bangunan.

"Gedung itu terus berguncang untuk beberapa saat, kemudian saya lari keluar, tetapi kebanyakan orang tidak lari keluar," ujarnya. Ia menambahkan bahwa rasa takut membuatnya memilih menyelamatkan diri secepat mungkin.

Meski getaran dirasakan luas, hingga beberapa jam setelah kejadian belum ada laporan resmi mengenai kerusakan besar. Otoritas Taiwan juga belum menerima laporan korban jiwa dalam jumlah signifikan.

Stasiun televisi lokal menayangkan berbagai dampak kecil akibat gempa tersebut. Tayangan memperlihatkan televisi gantung yang bergoyang di dalam gedung perkantoran serta barang-barang yang jatuh dari rak.

Di beberapa supermarket, botol pecah dan cairan pembersih terlihat tumpah ke lantai. Meski tampak berantakan, kerusakan tersebut masih tergolong ringan dan tidak menimbulkan korban.

Pemerintah daerah bersama tim penanggulangan bencana langsung melakukan pemantauan pascagempa. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kerusakan tersembunyi pada infrastruktur vital.

Taiwan sendiri dikenal berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang rawan aktivitas seismik. Gempa bumi menjadi fenomena yang relatif sering terjadi, meski tidak semuanya berkekuatan besar.

Pengalaman pahit gempa besar tahun 1999 masih membekas di ingatan publik Taiwan. Karena itu, setiap gempa kuat selalu memicu kewaspadaan tinggi di kalangan masyarakat dan pemerintah.

Otoritas setempat kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan bencana. Warga diminta mengikuti arahan resmi dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.

Hingga Minggu pagi waktu setempat, situasi di Taiwan dilaporkan berangsur kondusif. Aktivitas warga mulai kembali normal meski pemantauan gempa susulan masih terus dilakukan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.