Liga Inggris: Liverpool Percaya Diri Jelang Hadapi Wolves di Anfield
Sabtu, 27 Des 2025, 09:53 WIBLIVERPOOL â Liverpool berpeluang melanjutkan tren positi saat menjamu Wolverhampton Wanderers di Anfield pada laga Liga Inggris, Minggu (28/12) dini hari WIB. Kondisi kedua tim kontras: The Reds tengah bangkit dan membidik papan atas, sementara Wolves masih terpuruk di dasar klasemen.
Meski menang 2-1 atas Tottenham Hotspur akhir pekan lalu, selisih gol yang kalah dari Chelsea membuat tim asuhan Arne Slot harus melewati Hari Natal di luar empat besar. Sebaliknya, Wolverhampton asuhan Rob Edwards kian terbenam di posisi juru kunci dan belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.
Atmosfer positif tengah menyelimuti Liverpool. Mereka mencatat tiga kemenangan beruntun di semua kompetisi dan meraih dua kemenangan liga secara beruntun untuk pertama kalinya sejak September. Rangkaian hasil itu dimulai dari kemenangan tipis 1-0 atas Inter Milan di San Siro pada Liga Champions, dilanjutkan dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Brighton di Anfield, sebelum membawa pulang tiga poin dari London Utara.
Dalam laga melawan Tottenham, kartu merah gelandang Spurs Xavi Simons di babak pertama memberi keuntungan besar bagi Liverpool. Keunggulan jumlah pemain akhirnya berbuah gol pada menit ke-56 lewat Alexander Isak, yang masuk sebagai pemain pengganti.
Namun, penyerang asal Swedia itu harus ditarik keluar akibat tekel keras Micky van de Ven. Sepuluh menit berselang, Hugo Ekitike menggandakan keunggulan melalui sundulan kepala yang pada akhirnya memastikan kemenangan sang juara bertahan, meski Liverpool sempat berada di bawah tekanan saat Spurs berusaha bangkit, bahkan setelah Cristian Romero juga diusir wasit di masa injury time.
Arne Slot menilai kegagalan timnya memaksimalkan keunggulan jumlah pemain tak lepas dari efek inkonsistensi di awal musim. Liverpool sempat menelan sembilan kekalahan dari 12 laga di semua kompetisi (tiga menang) dalam periode akhir September hingga akhir November. Kini, The Reds tak terkalahkan dalam enam pertandingan terakhir, lima di antaranya di Liga Inggris (tiga menang, dua imbang).
Melihat performa tersebut, potensi Liverpool terpeleset menghadapi tim papan bawah seperti Wolves tampak sangat kecil. Apalagi, mereka memenangi 17 dari 20 laga liga yang dimainkan antara Natal dan Tahun Baru (dua imbang, satu kalah). Di Anfield, Liverpool bahkan memenangi 25 dari 31 laga liga pada periode Boxing Day hingga akhir tahun, dengan satu-satunya kekalahan justru terjadi saat menghadapi Wolves pada tahun 2010.
Wolverhampton sendiri datang ke Merseyside dengan beban berat. Kekalahan 0-2 dari Brentford pekan lalu menjadi pukulan lanjutan bagi musim yang suram. Dua gol Keane Lewis-Potter membuat Wolves menyamai rekor terburuk start tanpa kemenangan dalam sejarah Premier League, yakni 17 pertandingan, setara dengan Sheffield United pada tahun 2021.
Statistik Wolves mencerminkan keterpurukan mereka: paling sedikit mencetak gol (9), paling banyak kebobolan (37), serta menelan 10 kekalahan beruntun di kasta tertinggi.
Satu-satunya poin mereka musim ini diraih dari hasil imbang 1-1 melawan Tottenham dan Brighton. Dengan selisih 16 poin dari zona aman, Wolves berisiko menjadi tim kedua dalam sejarah Liga Inggris yang hanya mengoleksi dua poin dari 18 laga pertama, setelah Newport County pada musim 1970/71.
Rekor pertemuan juga tak berpihak pada Wolves. Mereka kalah 16 kali dari 17 pertemuan liga terakhir melawan Liverpool. Namun, Edwards mencoba mencari celah optimistis dari fakta bahwa seluruh 17 laga liga Liverpool musim ini dimenangi oleh tim yang mencetak gol lebih dulu.
Dari sisi tim, Liverpool dipastikan kehilangan Alexander Isak sekitar dua bulan akibat cedera pergelangan kaki. Conor Bradley, yang digantikannya di laga kontra Spurs, masih diragukan kebugarannya. Cody Gakpo berpeluang kembali setelah pulih dari cedera otot, sementara Wataru Endo, Joe Gomez, dan Giovanni Leoni masih absen. Dominik Szoboszlai harus menjalani skorsing, sedangkan Ibrahima Konate berada satu kartu dari larangan bermain.
Absennya Mohamed Salah yang tengah membela Mesir di Piala Afrika juga menjadi kehilangan besar, meski perannya sempat berkurang sebelum berangkat. Di sisi lain, performa Hugo Ekitike tengah menanjak. Penyerang Prancis itu mencetak lima gol dalam tiga laga liga terakhir dan berpeluang menjadi pemain Liverpool pertama selain Salah yang mencetak gol dalam empat laga Premier League beruntun sejak Sadio Mane pada Februari 2019.
Wolves menghadapi masalah serupa di lini belakang. Bek tengah Toti Gomes absen lama akibat cedera hamstring, sementara Emmanuel Agbadou memperkuat negaranya di Piala Afrika. Kembalinya Yerson Mosquera setelah menjalani skorsing memberi sedikit angin segar, demikian pula peluang tampilnya Hugo Bueno. Namun, sejumlah pemain lain masih menepi, termasuk Rodrigo Gomes, Jean-Ricner Bellegarde, dan Daniel Bentley.
Di lini depan, Jorgen Strand Larsen baru mencetak satu gol dari 15 penampilan liga dan bertekad menebus kegagalannya mengeksekusi penalti pekan lalu, meski Tolu Arokodare terus menekan untuk merebut posisi starter.
Dengan kondisi tim, performa terkini, dan rekor pertemuan yang timpang, Liverpool jelas berada di posisi favorit. Bagi Wolves, lawatan ke Anfield lebih menyerupai ujian berat ketimbang peluang kebangkitan.
Berita Terkait:
-
UNIFIL: Dua Lagi Pasukan Penjaga Perdamaian PBB dari TNI Tewas di Lebanon Selatan dalam Ledakan Kendaraan yang Ditumpangi
-
Liga Inggris: Arsenal Bidik Kembali ke Puncak Klasemen, Tottenham Berjuang Hindari Degradasi
-
Pasca Libur Lebaran, Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Kembali Tak Sehat
-
Jakarta Timur Dominasi Panen Raya DKI dengan 423 Lokasi
-
Hasil Liga Inggris: Liverpool Bermain Imbang 1-1 dengan Chelsea
-
Slot Pastikan Harvey Elliott Kembali ke Liverpool Usai Gagal Bersinar di Aston Villa
-
PSG dalam Kepercayaan Diri Tinggi Jelang Leg Kedua Lawan Liverpool
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.