Pasukan AS Gempur Kelompok ISIS di Nigeria pada Hari Natal

Jumat, 26 Des 2025, 09:33 WIB

WASHINGTON - Presiden Donald Trump mengatakan pasukan AS melakukan serangan "dahsyat dan mematikan" pada hari Kamis (25/12) terhadap militan ISIS di Nigeria barat laut, setelah ia memperingatkan kelompok tersebut untuk berhenti membunuh umat Kristen di negara itu.

Departemen Pertahanan mengatakan "beberapa teroris ISIS" tewas dalam serangan yang dilakukan atas permintaan pihak berwenang Nigeria, tetapi hanya sedikit detail yang diberikan. 

Ket. Foto: AS mengatakan "beberapa teroris ISIS" tewas dalam serangan itu. — Sumber: NDTV

Menurut Trump, serangan itu menghantam target ISIS pada Hari Natal.

"Saya sebelumnya telah memperingatkan para teroris ini, jika mereka tidak menghentikan pembantaian orang Kristen, akan ada konsekuensi mengerikan, dan malam ini, konsekuensi itu telah terjadi," katanya dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya.

"Semoga Tuhan memberkati militer kita," katanya, lalu menambahkan secara provokatif, "SELAMAT NATAL untuk semua, termasuk para teroris yang telah meninggal, yang jumlahnya akan jauh lebih banyak jika pembantaian mereka terhadap umat Kristen terus berlanjut."

Komando Afrika AS mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa mereka melakukan serangan "atas permintaan otoritas Nigeria di (negara bagian Sokoto) dan menewaskan beberapa teroris ISIS.

Kepala Pentagon Pete Hegseth juga menggunakan media X untuk memuji kesiapan departemennya dalam mengambil tindakan di Nigeria, dan mengatakan ia "bersyukur atas dukungan dan kerja sama pemerintah Nigeria."

Serangan-serangan ini menandai serangan pertama pasukan AS di Nigeria di bawah pemerintahan Trump, dan terjadi setelah pemimpin Partai Republik itu secara tak terduga mengecam negara Afrika Barat tersebut pada bulan Oktober dan November, dengan mengatakan bahwa umat Kristen di sana menghadapi "ancaman eksistensial" yang setara dengan "genosida" di tengah berbagai konflik bersenjata di Nigeria.

Upaya diplomatik itu disambut baik oleh sebagian orang tetapi ditafsirkan oleh sebagian lainnya sebagai memicu ketegangan agama di negara terpadat di Afrika, yang telah mengalami beberapa kali kekerasan sektarian di masa lalu.

Pemerintah Nigeria dan para analis independen menolak untuk mengaitkan kekerasan di negara itu dengan penganiayaan agama -- sebuah narasi yang telah lama digunakan oleh kelompok Kristen sayap kanan di Amerika Serikat dan Eropa.

Namun Trump, dengan menyoroti apa yang menurut pemerintahannya sebagai penganiayaan global terhadap umat Kristen, menekankan bahwa Washington siap mengambil tindakan militer di Nigeria untuk melawan pembunuhan tersebut.

Tahun ini, Amerika Serikat kembali memasukkan Nigeria ke dalam daftar negara-negara yang "menjadi perhatian khusus" terkait kebebasan beragama, dan telah membatasi penerbitan visa kepada warga Nigeria.

Nigeria hampir terbagi rata antara wilayah utara yang mayoritas Muslim dan wilayah selatan yang sebagian besar beragama Kristen.

Wilayah timur lautnya dilanda kekerasan kelompok ekstrem selama lebih dari 15 tahun oleh kelompok Boko Haram, yang telah merenggut lebih dari 40.000 nyawa dan menyebabkan dua juta orang mengungsi.

Pada saat yang sama, sebagian besar wilayah barat laut, utara, dan tengah negara itu telah dilanda oleh geng kriminal yang dikenal sebagai "bandit" yang menyerang desa-desa, membunuh dan menculik penduduk.

  • Serangan AS

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.