Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petisi Desak PM Albanese Mundur Didukung Ratusan Ribu Warga Australia

📅 Senin, 22 Des 2025, 20:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petisi Desak PM Albanese Mundur Didukung Ratusan Ribu Warga Australia Doc: Antara
Ket. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.

Moskow - Lebih dari 310.000 orang menandatangani petisi yang menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Australia Anthony Albanese serta perubahan kebijakan migrasi, menyusul serangan teroris mematikan di Pantai Bondi, Sydney, ungkap platform Change.org tempat petisi itu dipublikasikan.

Tekanan publik terhadap PM Albanese itu meningkat setelah pada Minggu (21/12), ia mendapat cemoohan dari massa saat menghadiri upacara peringatan bagi para korban serangan tersebut.

Aparat keamanan terpaksa mengawal perdana menteri dan istrinya meninggalkan lokasi demi keselamatan. Sejumlah laporan media menyebutkan massa meneriakkan kecaman, seraya menyebut Albanese lemah, dan menuduhnya “berlumuran darah”.

Dalam teks petisi, para penggagas menyatakan bahwa tragedi di Bondi Beach—yang digambarkan sebagai penembakan massal yang menewaskan banyak warga sipil tak bersalah—menjadi pengingat mendesak perlunya langkah tegas untuk melindungi komunitas.

Mereka juga menyoroti kekhawatiran luas terhadap imigrasi massal, yang menurut mereka ditentang oleh sebagian besar masyarakat Australia. Kebijakan pemerintah dinilai tidak sejalan dengan opini publik dan justru memperlebar jarak antara pemerintah dan rakyat.

Petisi itu menyerukan kebijakan yang jelas dan dapat ditindaklanjuti, termasuk pengetatan proses penyaringan bagi pendatang demi menjamin keselamatan warga.

Serangan terjadi pada 14 Desember ketika dua pelaku melepaskan tembakan ke arah kerumunan warga di Pantai Bondi.

Polisi New South Wales mengidentifikasi pelaku sebagai seorang pria berusia 50 tahun dan putranya yang berusia 24 tahun. Sedikitnya 16 orang tewas, termasuk salah satu pelaku, dan sekitar 40 lainnya luka-luka.

Media Israel, Kan, melaporkan serangan berlangsung saat upacara penyalaan lilin Hanukkah yang dihadiri banyak anggota komunitas Yahudi setempat.

Polisi negara bagian kemudian menyatakan bahwa tim penjinak bom berhasil melucuti dua alat peledak rakitan yang ditemukan di lokasi kejadian, memperkuat kekhawatiran atas eskalasi ancaman keamanan di Australia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Harga Cabai Rawit Rp105.300/Kg, Telur Ayam Rp29.700/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp105.300...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.