- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Kejar Kapal Tanker Keti...
AS Kejar Kapal Tanker Ketiga di Laut Karibia, Venezuela Sebut Kapal Milik Chevron
Senin, 22 Des 2025, 11:55 WIBWASHINGTON - Penjaga Pantai AS pada hari Minggu (21/12) mengejar kapal tanker ketiga yang diduga dikenai sanksi, kata seorang pejabat AS kepada AFP, di tengah peningkatan tekanan AS ke sektor minyak vital Venezuela.
"Pengejaran aktif" di Laut Karibia terjadi sehari setelah Penjaga Pantai menyita kapal kedua di lepas pantai Venezuela.
Presiden AS Donald Trump pada 16 Desember mengumumkan untuk memblokade "kapal minyak yang dikenai sanksi" yang berlayar dari dan ke Venezuela, menuntut pengembalian aset AS yang diduga dicuri di negara Amerika Selatan yang kaya minyak tersebut.
Ia juga mengerahkan armada angkatan laut besar di Karibia dengan misi yang dinyatakan untuk memerangi perdagangan narkoba, tetapi menurut Caracas merupakan kampanye untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.
"Penjaga Pantai Amerika Serikat sedang aktif mengejar kapal armada gelap yang dikenai sanksi yang merupakan bagian dari penghindaran sanksi ilegal Venezuela. Kapal tersebut mengibarkan bendera palsu dan berada di bawah perintah penyitaan yudisial," kata seorang pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim, dalam sebuah pernyataan kepada AFP.
Media massa mengidentifikasi kapal yang terlibat tersebut adalah "Bella 1", sebuah kapal tanker minyak yang dikenai sanksi AS sejak 2024 karena dugaan hubungannya dengan Iran dan Hizbullah.
Menurut situs khusus TankerTrackers, kapal tersebut sedang dalam perjalanan ke Venezuela tetapi tidak membawa kargo.
Pasukan AS mendekati kapal tersebut pada Sabtu malam, tetapi kapal tersebut tidak menyerah dan terus berlayar, lapor New York Times, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya.
Sebelumnya pada hari Sabtu, Penjaga Pantai AS menyita "Centuries", yang menurut TankerTrackers adalah kapal tanker milik Tiongkok dan berbendera Panama.
Disebutkan bahwa kapal tersebut dimuat dengan 1,8 juta barel minyak mentah di pelabuhan Venezuela awal bulan ini sebelum dikawal keluar dari zona ekonomi eksklusif negara Amerika Latin tersebut pada 18 Desember.
Tinjauan AFP menemukan bahwa "Centuries" tidak muncul dalam daftar perusahaan dan individu yang dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS.
Kapal Tanker ChevronÂ
Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez pada hari Minggu memposting pernyataan di media sosial tentang raksasa minyak Chevron yang mengirimkan kapal tanker dari Caracas ke Amerika Serikat yang membawa minyak Venezuela -- tanpa menyebutkan kapal mana pun yang dicegat oleh Washington.
"Sebuah kapal milik perusahaan Amerika Chevron telah berlayar dari negara kami membawa minyak Venezuela menuju Amerika Serikat, dengan mematuhi peraturan dan memenuhi komitmen yang telah dilakukan oleh industri minyak kami," kata Rodriguez di Telegram.
Chevron memperbarui lisensinya tahun ini untuk mengekstraksi minyak mentah dari Venezuela, yang menyumbang sekitar 10 persen dari produksi negara tersebut.
"Venezuela selalu, dan akan terus, menghormati legalitas nasional dan internasional," lanjut Rodriguez.
Pemerintahan Trump mengklaim bahwa Venezuela menggunakan minyak, sumber daya utamanya, untuk membiayai "narkoterorisme."
Militer AS sejak September telah melakukan serangkaian serangan udara terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur.
Para kritikus mempertanyakan legalitas serangan tersebut, yang telah menewaskan lebih dari 100 orang.
Caracas membantah keterlibatannya dalam perdagangan narkoba dan bersikeras bahwa Washington berupaya menggulingkan Maduro untuk merebut cadangan minyak Venezuela.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Sekjen PBB Tawarkan Kemungkinan Dialog Nasional untuk Masa Depan Venezuela
-
Lalu Lintas Selat Hormuz Makin Macet, 200 Kapal Tanker Antre Tertahan Masuk
-
Pemkot Bandung Tegaskan akan Tindak di Tempat Pelaku Buang Sampah Sembarangan
-
Gubernur Sumbar: Penanganan Korban Bencana Dioptimalkan Seiring Cuaca Mulai Membaik
-
Perpusnas Berhasil Repatriasi 42 Naskah Kuno Milik Filolog dari Selandia Baru
-
Dampingi Presiden Salat Id di Aceh Tamiang, Menteri PU Pastikan Rumah Hunian Telah Ditempati
-
Presiden Prabowo Kumpulkan 1.200 Rektor se-Indonesia, Bahas Strategi Pendidikan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.