Rp5,6 Miliar Digelontorkan Pemprov Sulteng untuk Alat Antropometri

Minggu, 21 Des 2025, 04:10 WIB

Donggala - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengalokasikan dana insentif fiskal sebesar Rp5,6 miliar untuk pengadaan antropometri yang merupakan alat deteksi dini kasus stunting.

“Pemprov Sulteng telah mengalokasikan dana insentif fiskal Rp5,6 miliar untuk pengadaan alat antropometri standar serta penguatan pendampingan enumerator saat survei,” kata Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Reny A Lamadjido di Donggala, Sabtu (20/12).

Ket. Foto: Wakil Gubernur Sulteng Reny A Lamadjido. — Sumber: Antara

Alat antropometri adalah seperangkat alat ukur untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan fisik, terutama pada anak, seperti timbangan bayi, timbangan injak dan infanometer untuk mengukur panjang badan bayi.

Selain itu stadiometer untuk mengukur tinggi badan, pengukur lingkar lengan atas (LILA) dan pengukur lingkar kepala (LK).

Alat-alat itu digunakan di Posyandu dan fasilitas kesehatan (faskes) untuk memantau status gizi dan memastikan anak tumbuh sesuai standar kesehatan.

“Kesalahan pengukuran menjadi penyebab fluktuasi data. Itu yang kita benahi sekarang,” ujarnya.

Wagub yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sulteng  menegaskan bahwa Tim Penggerak PKK adalah ujung tombak utama penurunan stunting karena bergerak langsung hingga tingkat dasawisma.

“Struktur PKK memungkinkan intervensi 'by name', 'by address', 'by case'. Ini yang membuat program berjalan nyata di lapangan,” katanya.

Ia memaparkan bahwa prevalensi stunting Sulteng berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) turun dari 27,1 persen pada 2023 menjadi 26,1 persen di 2024.

Sementara pada 2025, meski tidak dilakukan SSGI, data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat​​​​​​​ (EPPGBM) menunjukkan capaian yang lebih baik, yakni sekitar 9,6 persen secara provinsi dan 19,6 persen di Kabupaten Donggala.

Wakil Bupati Donggala, Taufik Burhan menyampaikan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Donggala menunjukkan penurunan signifikan, dari 34,1 persen pada 2023 menjadi 29,16 persen di 2024.

Berdasarkan data terakhir telah mencapai 17,1 persen, di bawah standar nasional 18,6 persen. 'Ini hasil kerja kolaboratif semua pihak, terutama peran PKK, kader Posyandu dan tenaga kesehatan,” katanya.

  • Pemprov Sulteng

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.