Arsenal Tertekan Jelang Natal, City Incar Puncak Klasemen Liga Inggris

Sabtu, 20 Des 2025, 08:00 WIB

LONDON, INGGRIS — Perebutan puncak klasemen Liga Inggris memasuki fase krusial jelang Natal. Arsenal masih memegang kendali, namun Manchester City siap merebut posisi puncak jika "The Gunners" terpeleset akhir pekan ini.

City asuhan Pep Guardiola akan menjamu West Ham United di Etihad Stadium pada hari Sabtu (20/12) malam waktu setempat setelah mencatat enam kemenangan beruntun di semua kompetisi. Beberapa jam kemudian, Arsenal menghadapi laga berisiko saat bertandang ke Goodison Park untuk menantang Everton.

Ket. Foto: Ilustrasi pertandingan Everton vs Arsenal. — Sumber: AFP

Di laga lain, Aston Villa menjamu Manchester United dengan ambisi menjaga momentum luar biasa yang membawa mereka masuk perburuan gelar, sementara Liverpool harus bertandang ke markas Tottenham Hotspur yang tengah kehilangan arah.

Manchester City mulai kembali ke performa menuju juara. Dengan jarak hanya dua poin dari Arsenal, kemenangan atas West Ham berpotensi mengantar City ke puncak klasemen, setidaknya untuk sementara, dan menambah tekanan psikologis kepada rival.

Sebaliknya, Arsenal menghadapi rangkaian pertandingan berat dalam beberapa pekan ke depan. Usai Everton, mereka masih harus menghadapi Brighton, Aston Villa, Bournemouth, dan Liverpool. Jadwal padat ini bisa menjadi penentu arah perburuan gelar.

Tanda-tanda kelelahan mulai terlihat pada skuad asuhan Mikel Arteta. Dalam kemenangan 2-1 atas Wolverhampton pekan lalu, Arsenal hanya melepaskan dua tembakan tepat sasaran dan selamat berkat gol bunuh diri di masa injury time.

Arteta bahkan mengkritik “kebiasaan bertahan yang buruk dan jauh dari standar” timnya. Meski begitu, kondisi tersebut tak lepas dari badai cedera. William Saliba memang sudah kembali, namun Gabriel Magalhaes dan Cristhian Mosquera masih absen, sementara Ben White mengalami cedera hamstring di tengah laga.

Arsenal tetap kandidat kuat juara, gelar pertama sejak 2004, namun mereka tak boleh memberi City ruang untuk mengambil alih kendali.

Di tengah duel dua raksasa, Aston Villa tampil sebagai penantang serius. Tim asuhan Unai Emery, yang sempat mandul di empat laga awal musim, kini mencatat 10 kemenangan dari 11 pertandingan liga terakhir dan hanya tertinggal tiga poin dari Arsenal.

Yang membuat Villa istimewa bukan hanya hasil, tetapi cara mereka menang. Pekan lalu, Villa bangkit dari ketertinggalan untuk menekuk West Ham 3-2, setelah sebelumnya membalikkan keadaan dari tertinggal dua gol melawan Brighton dan mencetak gol kemenangan dramatis atas Arsenal.

“Kami merasa ambisius,” ujar Emery. “Kami ingin bersaing di Eropa dan Premier League. Nikmati setiap pertandingan, persiapkan diri, lalu beristirahat. Sekarang fokus kami Manchester United.”

Namun sejarah tidak sepenuhnya berpihak pada Villa. Sejak 1995, mereka baru sekali mengalahkan Manchester United di Villa Park di ajang Premier League, kemenangan yang ironisnya juga terjadi pada laga debut Emery sebagai pelatih.

Di London Utara, awan gelap menyelimuti Tottenham. Pelatih Thomas Frank mengakui tidak ada “solusi cepat” usai kekalahan telak 0-3 dari Nottingham Forest. Namun kesabaran manajemen mulai dipertanyakan setelah Spurs hanya menang empat kali dari 14 laga terakhir di semua kompetisi.

Musim lalu, Tottenham finis di posisi ke-17 di bawah Ange Postecoglou. Meski mengecewakan, para pendukung setidaknya masih dihibur gaya bermain agresif dan gelar Liga Europa. Di bawah Frank, kemajuan nyata belum terlihat.

Fakta berbicara keras: setelah 16 laga liga, Tottenham musim lalu mencetak 11 gol lebih banyak dan kebobolan dua gol lebih sedikit dibandingkan musim ini. Bahkan, hanya Everton, Sunderland, dan Wolves yang memiliki jumlah tembakan tepat sasaran lebih sedikit dari Spurs, ironis bagi tim yang mendatangkan Mohammed Kudus, Xavi Simons, dan Randal Kolo Muani.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.