- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Bersumpah akan Lakuk...
Trump Bersumpah akan Lakukan Gebrakan Ekonomi dalam Pidato Kenegaraan
Jumat, 19 Des 2025, 01:05 WIBWASHINGTON â Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidatonya pada Rabu (17/12), menjanjikan terjadinya ledakan ekonomi bagi rakyat Amerika sembari menyalahkan pendahulunya dari Partai Demokrat, Joe Biden, atas tingginya harga-harga yang telah menekan popularitas politikus Partai Republik tersebut.
âSelamat malam Amerika. Sebelas bulan lalu saya mewarisi kondisi yang berantakan, dan sekarang saya sedang memperbaikinya,â ujar Trump yang berusia 79 tahun dalam pidato langsung dari Gedung Putih, menandai akhir tahun pertamanya kembali berkuasa.
Dikutip dari AFP, Trump menghadapi kemarahan pemilih yang terus meningkat terkait persoalan keterjangkauan biaya hidup, meskipun ia berupaya menepis isu tersebut sebagai ârekayasaâ Partai Demokrat. Situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan Partai Republik bahwa mereka dapat menerima hukuman politik dalam pemilu sela Kongres 2026.
Presiden miliarder itu menegaskan bahwa harga bahan bakar dan kebutuhan pokok yang selama ini mengkhawatirkan masyarakat Amerika âsedang turun dengan cepat, dan ini belum selesai. Namun, kemajuannya sangat terasa.â
Dalam sebuah pengumuman mengejutkan, Trump mengatakan bahwa sebanyak 1,45 juta personel militer AS masing-masing akan menerima cek bonus âdividen pejuangâ senilai 1.776 dollar AS sebelum Natal. Bonus tersebut akan dibiayai dari pendapatan yang diperoleh melalui tarif impor.
Ia menambahkan bahwa jumlah tersebut dipilih untuk menghormati tahun berdirinya AS, yang akan merayakan peringatan 250 tahun pada tahun depan.
Trump kemudian berjanji bahwa âkita berada di ambang ledakan ekonomi yang belum pernah disaksikan duniaâ pada 2026, saat AS menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia FIFA bersama Kanada dan Meksiko.
Namun, meskipun Gedung Putih mempromosikan pidato ini sebagai kesempatan bagi Trump untuk memaparkan agenda ekonominya sepanjang sisa masa jabatan keduanya, sebagian besar isi pidato justru dipenuhi serangan terhadap sasaran-sasaran lama.
Kekuasaan Presiden
Pidato Trump ini disampaikan setelah satu tahun penuh gejolak, di mana ia menunjukkan penggunaan kekuasaan presiden secara belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk pengetatan kebijakan migrasi dan penargetan lawan-lawan politik.
Namun, jajak pendapat menunjukkan bahwa kekhawatiran utama masyarakat Amerika adalah tingginya harga-harga, yang menurut para pakar sebagian dipicu oleh tarif impor yang diberlakukan Trump terhadap mitra dagang di seluruh dunia.
Masalah inflasi ini juga menghantui pemerintahan Biden ketika ia berupaya memulihkan ekonomi AS pascapandemi Covid-19. Politikus Demokrat itu juga gagal meyakinkan pemilih dengan argumen serupa tentang masa depan ekonomi yang lebih cerah.
Trump mencatat tingkat persetujuan terburuk sepanjang masa dalam penanganan ekonomi berdasarkan jajak pendapat PBS News/NPR/Marist yang dirilis Rabu, dengan 57 persen warga Amerika menyatakan tidak setuju dan mengkhawatirkan biaya hidup.
Sementara itu, survei YouGov yang dipublikasikan Selasa (16/12), menunjukkan bahwa 52 persen warga AS menilai ekonomi memburuk di bawah pemerintahan Trump.
Ia juga menghadapi kritik dari basis pendukung gerakan Make America Great Again (MAGA) karena dinilai lebih fokus pada kesepakatan damai di Ukraina dan Jalur Gaza serta ketegangan dengan Venezuela, ketimbang persoalan dalam negeri.
Trump tidak menyinggung Ukraina atau Venezuela dalam pidatonya, namun membanggakan gencatan senjata di Gaza, serangan AS terhadap program nuklir Iran, serta apa yang ia sebut sebagai perang melawan jaringan perdagangan narkoba.
- Kebijakan AS
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Usulan untuk Meeningkatan Status Lima Cagar Budaya di Sumut
-
Pasar Modal Rawan Kejahatan Korporasi, KPK Singgung Peran Sekuritas dan Oknum Internal.
-
Menyamar Jadi Penjual Buah, 8 Terduga Teroris Jaringan ISIS Diciduk Densus 88 di Sulteng
-
APBN Harus Dijaga di Tengah Gejolak Global
-
PSN Surabaya Waterfront Gaspol! KKP Evaluasi Izin Laut Biar Investasi Lancar
-
AS Bentuk Blok Dagang Mineral Kritis, Dorong Aliansi Global untuk Lepaskan Ketergantungan dari Dominasi China
-
IHSG Hari Ini Melemah Usai Pidato Presiden, Saham Basic Materials Jadi Beban
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.