Starlink Hilang Kontrol di Orbit, Satelit SpaceX akan Jatuh ke Bumi
Jumat, 19 Des 2025, 20:35 WIBJAKARTA - SpaceX mengonfirmasi bahwa salah satu satelit Starlink mereka mengalami masalah serius di orbit setelah komunikasi dengan satelit itu hilang secara tibaâtiba. Insiden ini menyebabkan satelit tersebut berputar tanpa kendali di luar angkasa dan berpotensi reâmasuk ke atmosfer bumi dalam beberapa minggu mendatang.Â
Starlink menyatakan bahwa satelit yang bermasalah berada pada ketinggian sekitar 418 kilometer ketika gangguan terjadi, membuat unit tersebut turun hampir 4 kilometer dalam orbitnya. Hilangnya kontrol ini juga memicu pelepasan sejumlah fragmen yang bisa dilacak sebagai puing antariksa kecil.Â
Perusahaan mengatakan bahwa puingâpuing yang dihasilkan dari insiden ini tergolong jumlah kecil dan tidak diprediksi membahayakan Stasiun Luar Angkasa Internasional atau kru yang berada di dalamnya. Mereka juga menekankan bahwa satelit ini kemungkinan akan terbakar habis saat kembali ke atmosfer bumi.Â
Namun para pengamat luar angkasa memperingatkan bahwa setiap kejadian seperti ini tetap menjadi perhatian karena bisa menambah jumlah sampah antariksa yang semakin padat di orbit rendah Bumi. Semakin banyak objek yang mengambang di orbit, semakin besar risiko tabrakan tak terduga antara satelit lain atau kendaraan antariksa.Â
Data dari firma pelacak antariksa LeoLabs menunjukkan bahwa insiden tersebut mungkin disebabkan oleh sumber energi internal yang menyebabkan pelepasan fragmen, dan ini terdeteksi sebagai puluhan objek baru yang melayang di sekitar area orbit satelit itu.Â
SpaceX kini bekerja sama dengan US Space Force dan NASA untuk memantau puingâpuing tersebut serta menganalisis lebih dalam apa yang menyebabkan satelitnya kehilangan kendali. Koordinasi ini penting guna meminimalkan risiko terhadap satelit lain yang beroperasi di orbit rendah Bumi.Â
Insiden ini terjadi di tengah tantangan global soal pengaturan ruang antariksa yang semakin padat karena proyek megaâkonstelasi seperti Starlink sendiri yang terus meluncurkan ribuan satelit untuk layanan internet global. Banyak ilmuwan dan regulator internasional mendesak adanya kebijakan yang lebih ketat untuk manajemen lalu lintas antariksa.Â
Jumlah satelit komersial di orbit rendah Bumi diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan, membuat isu sampah antariksa menjadi salah satu masalah utama bagi keberlanjutan operasional luar angkasa.Â
SpaceX mengatakan mereka berkomitmen pada keselamatan ruang angkasa dan akan terus memperbarui perangkat lunak serta sistem untuk mengurangi kemungkinan kejadian serupa di masa depan. Langkah ini juga termasuk peningkatan protokol pemantauan dan deteksi dini terhadap anomali satelit.Â
Meskipun kejadian ini relatif kecil dibandingkan beberapa insiden puing antariksa besar di masa lalu, situasi ini kembali mengingatkan dunia bahwa meningkatnya aktivitas ruang angkasa komersial perlu diimbangi dengan strategi pengelolaan dan regulasi yang kuat.Â
Para pakar antariksa menilai bahwa tanpa koordinasi global dan sistem manajemen lalu lintas ruang angkasa yang efektif, risiko tabrakan antarobjek akan semakin meningkat seiring bertambahnya satelit di orbit rendah.Â
Sejauh ini SpaceX belum mengumumkan rincian lebih lanjut soal waktu pasti satelit bermasalah tersebut akan memasuki kembali atmosfer dan terurai, namun mereka memastikan bahwa satelit itu akan aman terbakar saat reâentry.Â
- NASA
- Sampah Antariksa
- starlink
- Elon Musk
- Satelit Starlink
- Satelit SpaceX
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Wacana Pemotongan Gaji Menteri hingga 25 Persen Belum Jelas
-
Awak Artemis II dalam Perjalanan Pulang
-
Kenaikan Harga Plastik, Ganggu Pasokan Bahan Baku Mulai Tekan Industri di Tanah Air
-
Drama Kejar-kejaran di Bireuen, Polisi Gagalkan Transaksi 1,5 Kg Sabu 'Bungkus Alpukat'
-
Chelsea Tak Tertarik Rekrut Vinicius Junior, Fokus pada Kebutuhan Lebih Mendesak
-
PSG Dihantui Cedera Vitinha Jelang Semifinal Liga Champions
-
Garuda Indonesia Pastikan Kesiapan Haji 2026, Fokus Layanan Inklusif dan Ramah Lansia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.