• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Starlink Hilang Kontrol di...

Starlink Hilang Kontrol di Orbit, Satelit SpaceX akan Jatuh ke Bumi

Jumat, 19 Des 2025, 20:35 WIB

JAKARTA - SpaceX mengonfirmasi bahwa salah satu satelit Starlink mereka mengalami masalah serius di orbit setelah komunikasi dengan satelit itu hilang secara tiba‑tiba. Insiden ini menyebabkan satelit tersebut berputar tanpa kendali di luar angkasa dan berpotensi re‑masuk ke atmosfer bumi dalam beberapa minggu mendatang. 

Starlink menyatakan bahwa satelit yang bermasalah berada pada ketinggian sekitar 418 kilometer ketika gangguan terjadi, membuat unit tersebut turun hampir 4 kilometer dalam orbitnya. Hilangnya kontrol ini juga memicu pelepasan sejumlah fragmen yang bisa dilacak sebagai puing antariksa kecil. 

Ket. Foto: Gambar eksposur panjang satelit Starlink milik SpaceX yang melintas di atas Capilla del Sauce di Uruguay pada 6 Februari 2021 — Sumber: AFP

Perusahaan mengatakan bahwa puing‑puing yang dihasilkan dari insiden ini tergolong jumlah kecil dan tidak diprediksi membahayakan Stasiun Luar Angkasa Internasional atau kru yang berada di dalamnya. Mereka juga menekankan bahwa satelit ini kemungkinan akan terbakar habis saat kembali ke atmosfer bumi. 

Namun para pengamat luar angkasa memperingatkan bahwa setiap kejadian seperti ini tetap menjadi perhatian karena bisa menambah jumlah sampah antariksa yang semakin padat di orbit rendah Bumi. Semakin banyak objek yang mengambang di orbit, semakin besar risiko tabrakan tak terduga antara satelit lain atau kendaraan antariksa. 

Data dari firma pelacak antariksa LeoLabs menunjukkan bahwa insiden tersebut mungkin disebabkan oleh sumber energi internal yang menyebabkan pelepasan fragmen, dan ini terdeteksi sebagai puluhan objek baru yang melayang di sekitar area orbit satelit itu. 

SpaceX kini bekerja sama dengan US Space Force dan NASA untuk memantau puing‑puing tersebut serta menganalisis lebih dalam apa yang menyebabkan satelitnya kehilangan kendali. Koordinasi ini penting guna meminimalkan risiko terhadap satelit lain yang beroperasi di orbit rendah Bumi. 

Insiden ini terjadi di tengah tantangan global soal pengaturan ruang antariksa yang semakin padat karena proyek mega‑konstelasi seperti Starlink sendiri yang terus meluncurkan ribuan satelit untuk layanan internet global. Banyak ilmuwan dan regulator internasional mendesak adanya kebijakan yang lebih ketat untuk manajemen lalu lintas antariksa. 

Jumlah satelit komersial di orbit rendah Bumi diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan, membuat isu sampah antariksa menjadi salah satu masalah utama bagi keberlanjutan operasional luar angkasa. 

SpaceX mengatakan mereka berkomitmen pada keselamatan ruang angkasa dan akan terus memperbarui perangkat lunak serta sistem untuk mengurangi kemungkinan kejadian serupa di masa depan. Langkah ini juga termasuk peningkatan protokol pemantauan dan deteksi dini terhadap anomali satelit. 

Meskipun kejadian ini relatif kecil dibandingkan beberapa insiden puing antariksa besar di masa lalu, situasi ini kembali mengingatkan dunia bahwa meningkatnya aktivitas ruang angkasa komersial perlu diimbangi dengan strategi pengelolaan dan regulasi yang kuat. 

Para pakar antariksa menilai bahwa tanpa koordinasi global dan sistem manajemen lalu lintas ruang angkasa yang efektif, risiko tabrakan antarobjek akan semakin meningkat seiring bertambahnya satelit di orbit rendah. 

Sejauh ini SpaceX belum mengumumkan rincian lebih lanjut soal waktu pasti satelit bermasalah tersebut akan memasuki kembali atmosfer dan terurai, namun mereka memastikan bahwa satelit itu akan aman terbakar saat re‑entry. 

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.