Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKI Libatkan Swasta Bangun Pusat Daur Ulang Sampah Plastik

📅 Jumat, 19 Des 2025, 20:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
DKI Libatkan Swasta Bangun Pusat Daur Ulang Sampah Plastik Doc: Antara
Ket. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto (tengah) saat meresmikan pusat pengumpulan dan daur ulang sampah plastik "Collection Center Ciracas" yang dapat menguatkan ekosistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama salah satu perusahaan di bidang pengelolaan sampah dan daur ulang plastik menghadirkan pusat pengumpulan dan daur ulang sampah plastik "Collection Center Ciracas" yang dapat menguatkan ekosistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto di Jakarta, Jumat (19/12), mengatakan fasilitas yang terletak di wilayah Ciracas, Jakarta Timur ini menjadi upaya mendukung program 1 RW 1 Bank Sampah sekaligus mempercepat penerapan ekonomi sirkular di Jakarta.

Hal itu juga sejalan dengan program prioritas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk memperkuat pengelolaan sampah dari hulu, khususnya melalui kebiasaan pemilahan sampah sejak dari rumah.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. Kehadiran pusat daur ulang plastik seperti Collection Center Ciracas menjadi bagian penting dalam rantai ekonomi sirkular, sekaligus sarana membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya memilah sampah,” ujar Asep.

Ia menambahkan, fasilitas ini juga menjadi contoh penerapan "creative financing", yakni kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dalam menghadirkan layanan publik yang modern dan berkelanjutan tanpa sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Skema kolaboratif ini penting untuk mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah Jakarta, sekaligus membuka ruang partisipasi dunia usaha dalam pembangunan lingkungan,” kata dia.

Sementara itu, Komisaris PT Morego Green Indonesia, Astrid Fauzia Zahra, menyampaikan, Collection Center Ciracas dirancang sebagai pilot project yang melayani lima kecamatan di Jakarta Timur, yakni Cipayung, Ciracas, Kramat Jati, Makasar, dan Pasar Rebo.

"Kapasitas pengolahannya mencapai sekitar 8–10 ton sampah plastik per hari dengan bank sampah sebagai mitra utama,” jelas Astrid.

Ke depan, cakupan layanan ini ditargetkan dapat diperluas hingga menjangkau seluruh wilayah Jakarta. Pusat pengumpulan dan daur ulang sampah itu dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp3,5 miliar.

Dalam pengolahan, sampah plastik yang masuk akan melalui dua tahap pemilahan. Tahap pertama adalah pemilahan awal untuk memisahkan jenis plastik yang masih tercampur.

Tahap kedua berupa pemilahan lanjutan berdasarkan warna dan spesifikasi bahan baku industri daur ulang. Selanjutnya, botol plastik diproses dengan mesin pelepas label agar material lebih bersih, sebelum akhirnya dipres untuk efisiensi distribusi ke pabrik pengolahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.