Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Setujui Penjualan Senjata 11 Miliar Dollar AS ke Taiwan, Tiongkok Bereaksi

28 Kamis, 18 Des 2025, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Setujui Penjualan Senjata 11 Miliar Dollar AS ke Taiwan, Tiongkok Bereaksi AS Setujui Penjualan Senjata 11 Miliar Dollar AS ke Taiwan, Tiongkok Bereaksi Doc: AP
Ket. Amerika Serikat menyetujui penjualan senjata senilai $11 miliar ke Taiwan, kata Taipei pada Kamis (18/12).

TAIPEI - Amerika Serikat menyetujui penjualan senjata senilai $11 miliar ke Taiwan, kata Taipei pada Kamis (18/12). Salah satu paket senjata terbesar untuk pulau itu yang memicu reaksi keras dari Tiongkok.

Meskipun Washington secara tradisional merupakan pemasok senjata terbesar Taiwan, pernyataan Presiden AS Donald Trump menimbulkan keraguan tentang kesediaannya untuk membela Taiwan.

Taiwan telah meningkatkan pengeluaran pertahanannya dalam dekade terakhir seiring dengan meningkatnya tekanan militer Tiongkok. Namun pemerintahan Trump telah mendorong pulau itu untuk berbuat lebih banyak untuk melindungi dirinya sendiri.

Penjualan senjata yang diumumkan pada hari Kamis, yang masih membutuhkan persetujuan Kongres AS, akan menjadi yang kedua sejak Trump kembali menjabat pada Januari, setelah penjualan suku cadang senilai $330 juta pada November.

Paket terbaru yang jauh lebih besar ini meliputi sistem roket HIMARS, howitzer, rudal anti-tank, drone, dan peralatan lainnya, menurut Kementerian Luar Negeri Taipei.

"Ini adalah penjualan senjata kedua ke Taiwan yang diumumkan selama masa jabatan kedua pemerintahan Trump, sekali lagi menunjukkan komitmen kuat AS terhadap keamanan Taiwan," kata Kementerian Luar Negeri Taipei.

Beijing bereaksi dengan marah pada hari Kamis, mengecam keras pengumuman penjualan tersebut.

"Tiongkok mendesak Amerika Serikat untuk mematuhi prinsip satu-Tiongkok (One China)... dan segera menghentikan tindakan berbahaya mempersenjatai Taiwan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam konferensi pers, menambahkan bahwa Beijing akan mengambil "langkah-langkah tegas dan kuat" untuk melindungi integritas teritorialnya.

Beijing mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya berdasarkan prinsip satu-Tiongkok, dan telah mengancam akan menggunakan kekuatan untuk membawa pulau yang memerintah sendiri itu di bawah kendalinya.

Potensi nilai penjualan tersebut menyaingi penjualan senilai $18 miliar yang disetujui di bawah mantan presiden AS George W. Bush pada tahun 2001, meskipun pada akhirnya dikurangi setelah negosiasi komersial.

Bush akhirnya menjual senjata senilai $15,6 miliar ke Taiwan selama delapan tahun masa jabatannya.

Selama masa jabatan pertama Trump, Amerika Serikat menyetujui penjualan senjata senilai $10 miliar ke Taiwan, termasuk $8 miliar untuk jet tempur.

Paket terbaru ini diperkirakan akan segera mendapat persetujuan Kongres, mengingat konsensus lintas partai mengenai pertahanan Taiwan.

Taiwan mempertahankan industri pertahanannya sendiri, tetapi pulau itu akan kalah telak dalam konflik dengan Tiongkok, sehingga tetap sangat bergantung pada senjata AS.

Penjualan senjata terbaru menunjukkan bahwa Washington terus membantu Taipei dalam "membangun kemampuan pencegahan yang kuat dengan cepat," kata Kementerian Pertahanan Taiwan dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah Presiden Taiwan Lai Ching-te telah berjanji untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan menjadi lebih dari tiga persen dari PDB tahun depan dan lima persen pada tahun 2030, menyusul tekanan AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...

Janice Melaju di Sektor Ganda dan Tunggal

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Janice Melaju di Sektor Gan...
Olahraga
Sabalenka Nikmati Pertarung...
Ekonomi
Kementan Bangun Skema Kemit...
Ekonomi
Salah Tata Kelola BUMN Picu...
Advertisement
Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.