- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump: ISIS Akan Terima Ba...
Trump: ISIS Akan Terima Balasan Keras atas Tewasnya 3 Warga AS
Selasa, 16 Des 2025, 01:00 WIBWashington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji akan memberikan kerusakan signifikan kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS)di Suriah yang menewaskan dua tentara AS dan satu warga sipil.
âSaya bisa katakan, di Suriah, akan ada banyak kerusakan besar yang menimpa orang-orang yang melakukan ini,â kata Trump pada Minggu (14/12).
âMereka telah mendapatkan pelakunya ⦠tetapi kerusakan besar tetap akan dilakukan,â tambahnya.
Dikutip dari Antara, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan dua tentara AS dan seorang warga sipil tewas, sementara tiga personel militer lainnya terluka dalam penyergapan oleh seorang penembak ISIS di Suriah pada Sabtu (13/12).
âPenembak itu telah dilumpuhkan dan tewas,â kata CENTCOM dalam pernyataannya.
Sementara itu, laporan media menyebutkan dua personel keamanan Suriah juga mengalami luka-luka.
Otoritas Suriah pada meluncurkan operasi keamanan terhadap sel-sel ISIS di wilayah pedesaan Provinsi Homs pada Minggu menyusul serangan tersebut.
Adapun pasukan AS beroperasi di Suriah sebagai bagian dari koalisi internasional anti ISIS yang dibentuk pada 2014. Suriah bergabung dengan koalisi tersebut pada 12 November.
Tangkap Lima Tersangka
Terbaru,Suriah menangkap lima orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan penembakan terhadap pasukan AS dan Suriah di kota Palmyra, Suriah tengah, pada akhir pekan lalu, demikian disampaikan Kementerian Dalam Negeri.
Suriah diketahui telah bekerja sama dengan koalisi pimpinan AS dalam memerangi ISIS, termasuk melalui kesepakatan yang dicapai pada November saat Presiden Ahmed al-Sharaa mengunjungi Gedung Putih.
Mengutip The Straits Times, Kementerian Dalam Negeri Suriah menyatakan bahwa unit-unitnya di Palmyra melakukan operasi bersama dengan âpasukan koalisi internasionalâ yang menghasilkan penangkapan lima tersangka, yang âsegera diserahkan untuk menjalani pemeriksaanâ.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga membahas serangan tersebut melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shibani pada Minggu.
Al-Shibani âmenyampaikan belasungkawa serta menegaskan kembali komitmen pemerintah Suriah untuk melemahkan dan menghancurkan ancaman bersama dari ISIS,â ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott.
Kementerian Dalam Negeri Suriah menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan penilaian terhadap pelaku hanya beberapa hari sebelum serangan dan menyimpulkan bahwa yang bersangkutan kemungkinan memiliki pandangan ekstremis. Namun, keputusan terkait status dan masa depannya saat itu masih tertunda.
Koalisi pimpinan AS dalam beberapa bulan terakhir telah melancarkan serangan udara dan operasi darat di Suriah yang menargetkan terduga anggota kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), sering kali dengan melibatkan pasukan keamanan Suriah. Pada November lalu, Suriah juga menggelar operasi nasional yang berujung pada penangkapan lebih dari 70 orang yang dituduh memiliki keterkaitan dengan kelompok tersebut.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Marshall Emberton III Hadir dalam Warna Vivid Brown, Bawa Suara 360° dan Baterai hingga 32 Jam
-
Trump Umumkan Kesepakatan dengan Greenland, AS Dapat Hak Permanen Atas Keamanan Pulau
-
Luar Biasa, Tundukkan Pegula, Sabalenka 4 Kali Berturut-turut Capai Final US Open
-
Trump Minta Eropa Lepaskan Cadangan Solar untuk Atasi Kelangkaan
-
Evakuasi Mencekam 69 Korban KM Virgo Transport 8, Pelindo Trisakti Disiagakan Tanggap Darurat
-
DPR AS Tolak Resolusi Pemakzulan Terhadap Presiden Trump
-
Komnas Perempuan Minta Pemerintah Libatkan Perempuan dalam Penanganan Karhutla
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.