Foto: Tiga Pelajar SMA Demonstrasikan Drone Rajawali, Teknologi Anak Bangsa untuk Bantu Penanganan Bencana

  • Ads

    Foto 1 Foto 2 Foto 3 Foto 4 Foto 5
    📅 Selasa, 16 Des 2025, 06:16 WIB
    Foto: Tiga Pelajar SMA Demonstrasikan  Drone Rajawali, Teknologi Anak Bangsa untuk Bantu Penanganan Bencana

    Tiga pelajar Indonesia yang tergabung dalam Tim Bayu Sakti, Arga Wibawa (kanan), Owen Tay jia Hao (kiri), dan Ksatria Wibawa Putra Murti (tengah) menujukkan drone Rajawali di Sekolah ACS Jakarta , Jakarta Timur, Senin (15/12/2025). Tim Bayu Sakti mengembangkan drone Rajawali untuk membantu penanganan bencana yang dapat melakukan mapping area, bergerak secara mandiri (autonomous), dan mampu mendeteksi beberapa indikator yang muncul saat bencana seperti retakan, label hazard, karat, dan serangkaian tantangan lainnya serta telah menyabet dua penghargaan internasional berturut-turut yaitu juara 4 kategori Drone Disaster Challenge di ajang World Robot Summit (WRS) di Fukushima, Jepang pada Oktober lalu dan juara 1 kategori Innovation AI Robot di pada World Robot Games (WRG) di Taipei.

    20251216061159_IMG_20251215_173105.jpg

    Tiga pelajar Indonesia yang tergabung dalam Tim Bayu Sakti, Arga Wibawa (kanan), Owen Tay jia Hao (kiri), dan Ksatria Wibawa Putra Murti (tengah) menujukkan drone Rajawali di Sekolah ACS Jakarta , Jakarta Timur, Senin (15/12/2025). Tim Bayu Sakti mengembangkan drone Rajawali untuk membantu penanganan bencana yang dapat melakukan mapping area, bergerak secara mandiri (autonomous), dan mampu mendeteksi beberapa indikator yang muncul saat bencana seperti retakan, label hazard, karat, dan serangkaian tantangan lainnya serta telah menyabet dua penghargaan internasional berturut-turut yaitu juara 4 kategori Drone Disaster Challenge di ajang World Robot Summit (WRS) di Fukushima, Jepang pada Oktober lalu dan juara 1 kategori Innovation AI Robot di pada World Robot Games (WRG) di Taipei.

    20251216061200_IMG_20251215_172853.jpg

    Indonesia merupakan salah satu negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia yang banyak menelan korban jiwa karena akses yang sulit ditembus dan informasi situasi di lapangan yang terbatas. Kekhawatiran ini mendorong tiga pelajar Indonesia yang tergabung dalam Tim Bayu Sakti yakni Ksatria Wibawa Putra Murti (16 tahun), Owen Tay Jia Hao (16 tahun) pelajar SMA kelas 11 ACS Jakarta, dan Arga Wibawa (18 tahun) pelajar SMA Al Irsyad Satya Islamic School yang baru lulus kelas 12, mengembangkan Drone Rajawali untuk membantu penanganan bencana. Drone Rajawali merupakan autonomous AI-powered disaster response UAV (unmanned aerial vehicle) alias drone yang bisa melakukan mapping area, bergerak secara mandiri (autonomous), dan mampu mendeteksi beberapa indikator yang muncul saat bencana seperti retakan, label hazard, karat, dan serangkaian tantangan lainnya. 

    20251216061159_IMG_20251215_173315.jpg

    Untuk berbagi pengetahuan dan memperkenalkan teknologi drone Rajawali lebih luas, hari ini (15/12), Tim Bayu Sakti menggelar demonstrasi drone Rajawali di sekolah ACS Jakarta untuk unjuk kemampuan drone Rajawali yang mereka kembangkan. Teknologi karya Tim Bayu Sakti ini telah menyabet dua penghargaan internasional berturut-turut yaitu juara 4 kategori Drone Disaster Challenge di ajang World Robot Summit (WRS) di Fukushima, Jepang pada Oktober lalu dan juara 1 kategori Innovation AI Robot di ajang World Robot Games (WRG) di Taipei, Taiwan pada awal Desember. Bayu Sakti adalah perwakilan Indonesia pertama dalam sejarah WRS dan menjadi peserta termuda. Sementara di WRG, Bayu Sakti adalah tim Indonesia pertama yang memenangkan juara 1 di kategori innovation. 

    20251216061159_IMG_20251215_173225.jpg

    Tim Bayu Sakti mengidentifikasi bahwa saat bencana alam terjadi, ada tiga tantangan yang dialami tim penyelamat (first aiders) yaitu risiko keselamatan, tertutupnya akses, dan personel penyelamat yang terbatas. Drone Rajawali didesain untuk mengatasi ketiga tantangan ini. Pertama, dengan AI-powered image-recognition, drone ini bisa mengidentifikasi retakan, label hazard, dan karat, serta dibekali tangan tambahan untuk mengoleksi material. Kedua, Rajawali memiliki kemampuan bergerak mandiri (autonomous) tanpa GPS karena dibekali LIDAR. Bahkan saat koneksi jaringan terputus, drone ini bisa tetap berfungsi. Drone Rajawali juga dapat memindai area yang dilaluinya dan menciptakan peta yang kemudian bisa jadi bekal tim penyelamat untuk mengidentifikasi jalur akses dan jalur evakuasi. Ketiga, Rajawali didesain dengan kontrol pengendali dan interface kendali yang mudah dioperasikan oleh tim penyelamat sehingga berperan sebagai efek pengganda. Satu tim penyelamat bisa mengcover area yang luas dengan bantuan drone ini. 

Berita Foto Terkait

Lihat berita foto lainnya di halaman : Kumpulan Berita Foto
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.