Ramadan Tanpa Gejolak, Stok Beras di Tiga Daerah Banten Dipastikan Aman

Selasa, 16 Des 2025, 22:10 WIB

SERANG – Perum Bulog memastikan ketersediaan stok beras di Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga memasuki awal Ramadan 2026.

Kepastian pasokan ini menjadi langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pangan di tengah potensi peningkatan permintaan menjelang bulan puasa.

Ket. Foto: Cadangan beras pemerintah d gudang Bulog. — Sumber: Antara.

Dengan stok yang terjaga, Bulog berupaya menekan risiko gejolak harga sekaligus memastikan distribusi berjalan lancar di wilayah tersebut.

Strategi ini mencerminkan peran Bulog dalam menjaga ketahanan pangan daerah agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi secara berkelanjutan.

Kepala Cabang Bulog Serang, Banten, Eko Nugroho mengatakan stok beras yang dikuasai Bulog Serang saat ini mencapai sekitar 12.500 ton dan dialokasikan untuk sejumlah wilayah di Banten.

“Saat ini stok beras yang dikuasai Kantor Cabang Bulog Serang, dengan alokasi untuk Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon, mencapai sekitar 12.500 ton,” kata Eko di Serang, Selasa (16/12).

Ia menegaskan jumlah tersebut cukup untuk menopang kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan, termasuk melewati periode libur panjang.

“Cukup. Sampai awal puasa (Ramadhan),” ujarnya.

Eko menambahkan, ketersediaan beras tersebut menjadi bagian dari upaya Bulog menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah dinamika kenaikan sejumlah komoditas pangan lainnya.

Selain stok yang tersimpan di gudang Bulog, pemerintah daerah juga memastikan cadangan pangan pemerintah dalam kondisi aman dan siap dimobilisasi bila diperlukan, sebagai langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan ketersediaan beras menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas inflasi daerah. Selain itu cadangan pangan pemerintah turut menopang ketahanan pangan daerah.

“Di cadangan pangan pemerintah juga Alhamdulillah masih aman,” ujarnya.

Dengan dukungan stok yang memadai, pemerintah daerah bersama Bulog akan memperkuat pemantauan distribusi dan dinamika pasar untuk memastikan aliran beras tetap lancar.

Pengawasan ini diarahkan agar keseimbangan pasokan dan permintaan terjaga, sehingga harga beras tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

Secara nasional, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) nasional tercatat sekitar 3,8 juta ton di gudang-gudang Bulog per akhir November 2025, kondisi ini dinilai cukup sehingga Indonesia tidak perlu melakukan impor beras saat ini.

Stok ini juga dipastikan mencukupi untuk keperluan distribusi bantuan pangan termasuk ke wilayah terdampak bencana tanpa mengganggu persediaan untuk periode Natal–Tahun Baru.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.