Pengangguran di Wilayah Perkotaan Tiongkok Capai 5,1%

Selasa, 16 Des 2025, 01:00 WIB

Beijing – Tingkat pengangguran di wilayah perkotaan Tiongkok tercatat berada di angka 5,1 persen pada November 2025, mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif stabil di tengah tantangan perlambatan ekonomi global dan tekanan domestik. Data tersebut menunjukkan bahwa upaya pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja masih berjalan efektif.

Sepeti dikutip dari Antara, selama 11 bulan pertama tahun ini, rata-rata tingkat pengangguran perkotaan yang disurvei tercatat di angka 5,2 persen, menurut Badan Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) Tiongkok.

Ket. Foto: Tingkat pengangguran di wilayah perkotaan Tiongkok tercatat berada di angka 5,1 persen pada November 2025 — Sumber: istimewa

Kondisi ketenagakerjaan di kalangan kelompok utama juga tetap solid. Pada November, tingkat pengangguran untuk pekerja migran pedesaan tercatat di angka 4,4 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional.

Perekonomian Tiongkok secara umum stabil pada November, ujar juru bicara (jubir) NBS Tiongkok Fu Linghui dalam konferensi pers pada Senin (15/12), seraya menambahkan bahwa negara itu akan berupaya untuk memastikan perkembangan yang stabil di sektor ketenagakerjaan, bisnis, pasar, dan ekspektasi.

“Tiongkok menetapkan target tingkat pengangguran perkotaan yang disurvei di kisaran 5,5 persen pada 2025 dan bertekad untuk menciptakan lebih dari 12 juta lapangan kerja perkotaan baru,” ujar Fu Linghui.

Otoritas Tiongkok terus mendorong penciptaan lapangan kerja melalui stimulus kebijakan, dukungan bagi sektor usaha kecil dan menengah, serta pengembangan industri berbasis teknologi dan layanan. Sektor jasa dan manufaktur berorientasi domestik dinilai menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja di kawasan perkotaan.

Meski demikian, tantangan masih membayangi, terutama terkait tingginya pengangguran di kalangan lulusan muda dan ketimpangan kesempatan kerja antarwilayah. Pemerintah Tiongkok menegaskan akan memperkuat program pelatihan vokasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong investasi untuk memastikan stabilitas pasar kerja tetap terjaga dalam jangka menengah hingga panjang.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.