Kamboja Klaim Bombardir Thailand Capai Provinsi Siem Reap

Selasa, 16 Des 2025, 02:55 WIB

PHNOM PENH – Kamboja pada Senin (15/12) menuduh Thailand telah menyerang hingga jauh di dalam wilayah­nya, membom provinsi yang merupakan rumah bagi kuil Angkor yang berusia berabad-abad untuk pertama kalinya dalam konflik perbatasan yang kembali memanas.

Pertempuran di perbatasan selama lima hari pada Juli lalu menewaskan puluhan orang sebelum gencatan senjata di­sepakati dan kemudian dilanggar dalam beberapa bulan itu merupakan bagian dari konflik berkepanjangan yang berakar pada penetapan batas wilayah sepanjang 800 kilometer antara kedua negara pada era kolonial.

Ket. Foto: Serangan Thailand l Pengungsi asal Kamboja sedang mendirikan tenda darurat di luar sebuah kuil di Provinsi Siem Reap pada Jumat (12/12) lalu. Kamboja pada Senin (15/12) menyatakan bahwa militer Thailand telah menyerang hingga jauh di dalam wilayah­nya hingga ke Siem Reap. — Sumber: AFP/TANG CHHIN Sothy

Pertempuran yang kembali memanas antara negara-ne­gara tetangga di Asia tenggara bulan ini telah menewaskan sedikitnya 31 orang, termasuk tentara dan warga sipil, dan menyebabkan sekitar 800.000 orang me­ngungsi, kata para pejabat.

Masing-masing pihak saling menyalahkan sebagai pemicu pertempuran, mengklaim pembelaan diri dan saling tuding melakukan serang­an terhadap warga sipil.

Kamboja, yang kalah dalam hal persenjataan dan pengeluaran dibandingkan militer Bangkok, mengatakan bahwa pasukan Thailand telah memperluas serangan mereka jauh ke dalam wilayah Kamboja ­pada Senin.

“Sebuah jet tempur Thailand telah melakukan pengeboman di dekat kamp pengungsi sipil di daerah Distrik Srei Snam, Provinsi Siem Reap,” demikian pernyataan dari Kementerian Pertahanan Kamboja.

Area pengebomanini terletak kurang dari dua jam berkendara dari kompleks candi Angkor dan objek wisata utamanya, situs warisan UNESCO Angkor Wat.

“Ini merupakan penetrasi terjauh yang pernah dilakukan militer Thailand ke wilayah Kamboja selama bentrokan yang kembali terjadi, lebih dari 70 kilometer dari perbatasan dan jauh dari wilayah sengketa,” ucap Menteri Informasi Kamboja, Neth Pheaktra, kepada AFP, seraya mengatakan bahwa serangan ini juga merupakan kali pertama militer Thailand membom wilayah di Provinsi Siem Reap.

“Pemboman itu memaksa ratusan keluarga yang sudah mengungsi untuk meninggalkan lokasi evakuasi,” imbuh Pheaktra.

Putus Pasokan

Sementara itu militer Thailand pada Senin mengatakan bahwa mereka telah meng­hentikan pengiriman bahan bakar yang melewati pos pe­meriksaan perbatasan dengan Laos karena kekhawatir­an bahwa bahan bakar tersebut di­alihkan ke Kamboja.

“Militer Thailand telah membatasi pergerakan semua pasokan bahan bakar melalui penyeberangan perbatasan Chong Mek ke Laos setelah menerima informasi intelijen bahwa pasokan tersebut di­salurkan ke pasukan Kamboja,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Laksamana Muda Surasant Kongsiri.

Selain itu militer Thailand juga sedang mempertimbangkan untuk membatasi pergerakan kapal-kapal Thailand ke area berisiko tinggi di perair­an Kamboja di mana mereka dapat ditembak, kata seorang pejabat angkatan laut.

Saat berita ini ditulis pada Senin malam, para pejabat militer dari kedua belah pihak mengatakan bahwa bentrokan dan serangan di sepanjang perbatasan masih berlangsung.

Pertempuran terus berlanjut di setidaknya sembilan lokasi di sepanjang perbatasan, dengan baku tembak hebat di empat provinsi perbatasan, termasuk di pesisir, kata Surasant.

Kamboja mengatakan pasukan Thailand telah menggunakan drone dan artileri berat di beberapa wilayah, serta mengerahkan jet tempur F-16 untuk serangan udara di Provinsi Siem Reap.

“Perlu juga dicatat bahwa jumlah jet tempur dan bom tandan yang digunakan oleh militer Thailand untuk me­nyerang Kamboja telah meningkat secara signifikan,” kata Maly Socheata, juru bicara Kemen­terian Pertahanan ­Kamboja. AFP/CNA/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, CNA

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.