Berikut Daftar Stasiun MRT Jakarta yang Paling Sibuk

Selasa, 16 Des 2025, 18:30 WIB

JAKARTA - PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat Stasiun Dukuh Atas BNI sebagai stasiun dengan jumlah pelanggan tertinggi sepanjang November 2025. Total sebanyak 722.881 pelanggan tercatat naik dan turun di stasiun yang menjadi simpul integrasi utama transportasi publik tersebut.

Di posisi kedua, Stasiun Blok M BCA membukukan 483.694 pelanggan selama periode yang sama. Angka ini memperkuat posisi Blok M sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat perkotaan di Jakarta.

Ket. Foto: Para pelanggan MRT Jakarta saat jam sibuk di Stasiun Lebak Bulus. — Sumber: MRT Jakarta

Stasiun Lebak Bulus berada di urutan ketiga dengan 431.536 pelanggan. Sementara itu, Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta menempati posisi keempat dengan 429.805 pelanggan.

Posisi kelima ditempati Stasiun Istora Mandiri dengan total 332.974 pelanggan. Kelima stasiun tersebut tercatat sebagai titik dengan tingkat mobilitas tertinggi di jaringan MRT Jakarta.

MRT Jakarta juga mencatat relasi perjalanan favorit pelanggan pada November 2025. Rute Stasiun Dukuh Atas BNI menuju Stasiun Blok M BCA menjadi relasi paling banyak digunakan dengan kontribusi 3,57 persen dari total perjalanan.

Relasi favorit ini menunjukkan pola pergerakan masyarakat yang memanfaatkan kawasan Dukuh Atas sebagai titik transit antarmoda. Dari kawasan tersebut, pelanggan melanjutkan perjalanan menuju Blok M yang berkembang sebagai pusat kegiatan ekonomi, hiburan, dan gaya hidup.

Tingginya penggunaan di lima stasiun teratas tidak terlepas dari faktor integrasi transportasi. Seluruh stasiun tersebut terhubung dengan moda publik lain serta bangunan komersial dan fasilitas publik di sekitarnya.

Selain integrasi, keberadaan transit mitra pengumpan atau feeder turut mendorong lonjakan pelanggan. Program gaya hidup dan penyelenggaraan berbagai event di sekitar stasiun juga berkontribusi terhadap tingginya angka keterangkutan.

Sepanjang November 2025, MRT Jakarta mencatat total 4.173.621 pelanggan menggunakan layanan MRT. Dari jumlah tersebut, rata-rata pelanggan harian mencapai sekitar 139.121 orang.

Pada hari kerja, Senin hingga Jumat, angka keterangkutan tercatat lebih tinggi. Ridership pada weekdays mencapai 156.994 pelanggan per hari, sementara pada akhir pekan berada di angka 103.374 pelanggan per hari.

Konsistensi angka keterangkutan di atas 120 ribu hingga 130 ribu pelanggan per hari pada hari kerja menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap MRT Jakarta. Transportasi publik semakin menjadi pilihan utama untuk mobilitas harian.

Untuk menjaga dan meningkatkan angka keterangkutan, MRT Jakarta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Kolaborasi dilakukan terutama dengan sektor pariwisata, kuliner, pusat perbelanjaan, pendidikan, kesehatan, hingga pengelola destinasi wisata.

Berbagai promo tiket dan program kolaboratif ditawarkan kepada pelanggan. Langkah ini bertujuan menarik lebih banyak masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi publik.

Kerja sama dengan operator transportasi pengumpan juga menjadi strategi penting. Moda feeder ini mengangkut penumpang langsung dari kawasan hunian menuju stasiun MRT terdekat.

Secara kontribusi, angkutan pengumpan menyumbang sekitar 22 hingga 23 persen dari total ridership MRT Jakarta. Keberadaan feeder tidak hanya meningkatkan keterangkutan, tetapi juga mendorong budaya berbagi kendaraan atau ride sharing.

Sejak Mei 2023, MRT Jakarta memperpanjang jam operasional akhir pekan. Waktu layanan yang sebelumnya dimulai pukul 06.00 kini dimajukan menjadi pukul 05.00 hingga 24.00 WIB.

Penyesuaian jam operasional ini dilakukan untuk mendukung aktivitas masyarakat di sepanjang jalur MRT Jakarta. Penambahan jam juga diterapkan saat berlangsungnya event besar seperti festival seni dan perayaan malam tahun baru.

Pada 2024, jumlah pengguna MRT Jakarta mencapai rata-rata 111 ribu orang per hari. Angka tersebut melampaui target awal sebesar 97 ribu pelanggan per hari.

Memasuki 2025, MRT Jakarta menargetkan peningkatan ridership menjadi 117 ribu pelanggan per hari pada akhir tahun. Target ini sejalan dengan tren pertumbuhan penggunaan transportasi publik di Jakarta.

MRT Jakarta menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas kepercayaan yang diberikan. Dukungan dari pelanggan dan mitra pengumpan dinilai menjadi kunci meningkatnya mobilitas berbasis transportasi massal.

Sebagai bagian dari inovasi digital, MRT Jakarta menghadirkan aplikasi MyMRTJ di ponsel pintar. Melalui aplikasi ini, pelanggan dapat membeli tiket, menukarkan poin, hingga mengakses berbagai fitur gaya hidup.

Fitur tambahan seperti menonton film dan bermain gim turut disediakan untuk meningkatkan pengalaman perjalanan. Aplikasi ini juga mendukung pembelian tiket rombongan hingga lima tiket dalam satu akun.

Di setiap stasiun, MRT Jakarta menyediakan mesin top up uang elektronik dari berbagai bank. Selain itu, tersedia mesin tiket kertas kode QR untuk memudahkan pembelian tiket secara cepat.

MRT Jakarta juga menghadirkan mesin tiket QR versi mobile yang dibawa petugas stasiun saat kondisi ramai. Melalui perangkat ini, pelanggan dapat memesan, membayar, dan mencetak tiket secara langsung.

Inovasi terbaru lainnya adalah kehadiran merchandise tiket perjalanan MRT Jakarta. Produk ini hadir dalam bentuk charm, lanyard, pop-socket, dan aksesori lainnya.

Merchandise allride tersebut dapat dipasangkan dengan aplikasi MyMRTJ serta allride wallet by GoPay. Masyarakat dapat memperoleh produk ini di MRT Merch Market yang berlokasi di Stasiun Blok M BCA.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.